• News

  • Lingkungan

Scorpion Duga Beruang Madu KBB Alami Stres Berat

Beruang yang terlihat kurus di Kebun Binatang Bandung (Facebook)
Beruang yang terlihat kurus di Kebun Binatang Bandung (Facebook)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, melalui Deputi Direktur Marison Guciano menduga Beruang Madu di Kebun Binatang Bandung (KBB) mengalami stres berat. Pasalnya, saat Scorpion  melakukan kunjungannya ke KBB, mereka melihat perilaku beruang yang tidak wajar, setelah melakukan identifikasi selama empat hingga lima jam di KBB.

“Kami menduga beruang stres berat. Berjalan mondar-mandir, jalan dari titik ke titik lain dengan jarak dua meter, mondar-mandir terus, itu gejala tidak normal, gejala stres,” ujar Morison saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Morison juga menyampaikan, seharusnya sebuah kebun binatang sebagai lokasi konservasi merancang sebuah kandang seperti habitat aslinya. Namun, berbeda dengan yang dilihat oleh Scorpion, karena banyak fasilitas bagi satwa yang tidak sesuai dengan seharusnya.

Hal pertama, Morison menyatakan, kandang dari Beruang Madu berukuran kecil sehingga beruang tidak leluasa, karena seharusnya dalam sebuah kandang hanya terdapat seekor beruang saja.

Selain itu, sambungnya, tidak ada pepohonan di dalam kadang, sebagai area permainan bagi Beruang Madu. Tidak hanya itu, Beruang Madu juga tidak memiliki akses memperoleh air bersih, seperti yang terlihat di video yang diunggah Scorpion, air yang ada di kandang beruang begitu keruh, terlihat hitam kebiruan.
Kandang Beruang Madu juga terlihat kotor dan sebagai pencari makanan aktif, Beruang Madu memerlukan alas kandang yang bukan berupa semen.

Morison menambahkan, jika masih banyak pengunjung yang memberikan makanan secara bebas kepada pengunjung dan terkesan dibiarkan oleh petugas penjaga kebun binatang. Morison juga sempat melihat petugas yang memberikan makanan berupa roti tawar bagi beruang, padahal seharunya beruang diberikan makanan sesuai dengan makanan di habitatnya seperti buah dan madu.

Ia juga menjelaskan, berkunjung ke KBB merupakan salah satu kegiatan pemantauan oleh Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group yang tidak hanya dilakukan di KBB, melainkan juga di seluruh kebun binatang di Indonesia.

Untuk diketahui, sebelumnya pada 11 Mei 2016 telah terjadi kematian seekor Gajah Sumatera di KBB bernama Yani pada usia 34 tahun akibat radang paru-paru, dimana normalnya usia gajah dapat hidup lama hingga usia 80 tahun.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang