• News

  • Nasional

Tangan Samadikun Tak Diborgol, Masuk Lapas Salemba

Samadikun Hartono, pengemplang dana BLBI
Samadikun Hartono, pengemplang dana BLBI

JAKARTA , NETRALNEWS.COM - Buronan 13 tahun kasus pengemplang dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Sumadikun Hartono yang tadi malam tiba di Jakarta setelah ditangkap Ddi Shanghai Tiongkok pekan lalu, tangannya tidak diborgol karena dinilai mau kerja sama.

Ia langsung dibawa Kejagung untuk dimintai keterangan dan setelahnya dimasukan ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Sementara Kepala BIN Suityoso menilai Sumadikun kooperatif sehingga sejak dari Tiongkon hingga Jakarta, tangannya tidak diborgol.

Pada 28 Mei 2003‎ atau 13 tahun lalu Mahkamah Agung menjatuhi vonis empat tahun penjara terhadap Samadikun. Pasalnya dia mendapat suntikan dana dari dari BLBI namun menyelewengkan dana itu sehingga merugikan uang negara mencapai Rp 169,4 miliar.
 
Samadikun bukannya mematuhi hukuman 4 (empat) tahun penjara, malah memilih kabur sehingga ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 13 tahun (2003-2016). Ibarat seorang atlit maraton jarak jauh, Samadikun telah melampaui batas jarak tersebut. Karenanya ia kini masuk Lapas Salemba. Bagamana Edy Tansil dan buronan DPO lain?

Kronologi Samadikun

Samadikun Hartono memiliki banyak perusahaan di luar negeri. Dia ditangkap aparat penegak hukum Tiongkok di Shanghai pada 14 April 2016. Hal itu setelah Badan Intelijen Negara (BIN) memberitahukan keberadaan yang bersangkutan dan akhirnya berhasil ditangkap.

‎Dijelaskan, Samadikun ditangkap di jalan saat mau pulang dari rumah anaknya. Saat ditangkap, tidak ada perlawanan dari Samadikun. Bang Yos, demikian mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sedang berada ‎di Jerman saat Samadikun ditangkap aparat penegak hukum Tiongkok di Shanghai. "Di Jerman saya lagi mengatur jadwal kunjungan Presiden Jokowi ke sejumlah negara Eropa," katanya.

"Lalu pada tanggal 19 April, pemerintah Tiongkok kirim tiga utusan yang dipimpin salah satu wakil menteri mereka untuk ketemu saya di London. Mereka jelaskan adalah masa tahan SH (Samadikun Hartono) itu selama tujuh hari akan berakhir 21 April pada hari ini, pukul 21.00," jelas  Sutiyoso kepada wartawan saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2016).

Lanjut Kepala BIN, pemulangan Samadikun sulit dilakukan menurut utusan pemerintah Tiongkok jika pemerintah Indonesia tidak segera membawa yang bersangkutan keluar dari China setelah masa tahanannya habis.  

"Artinya menurut mereka, kalau yang bersangkutan tidak dikeluarkan dari Tiongkok sampai batas waktu, maka nanti prosedurnya menjadi rumit dan panjang," paparnya.

Mengingat tengkat waktu yang begitu singkat, Sutiyoso lalu melaporkan hal itu ke Presiden Jokowi. Presiden Jokowi lalu memerintahkan  Kepala BIN ini pergi ke Shanghai untuk menyelesaikan pemulangan Samadikun.

"Saya terbang ke Shanghai, tiba pukul 02.00 dini hari. Pukul 03.00 waktu setempat masuk hotel dan langsung rapat koordinasi dengan aparat hukum Tiongkok di Shanghai dan juga yang di Beijing datang ke Shanghai. Kita rapat untuk selesaikan administrasi yang disyaratkan untuk bisa keluarkan SH dari Tiongkok," ungkapnya berkisah. 

Dalam hitungan beberapa jam saja, aparat hukum Tiongkok yang terdiri dari beberapa institusi menyelesaikan berbagai persyaratan pemulangan Samadikun.

“Tepat pukul 16.00 waktu setempat saya bisa keluar membawa SH kembali ke Tanah Air," kisah Bang Yos. 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi