• News

  • Nasional

KPK Harus Miliki 2 Alat Bukti Sebelum Panggil Seseorang

Saut Situmorang (jabarpublisher.com)
Saut Situmorang (jabarpublisher.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saut Situmorang mengatakan KPK harus memiliki dua alat bukti sebelum memanggil seseorang untuk diproses dalam perkara pidana korupsi.

"Alat bukti pertama adanya kegiatan transfer yang mencurigakan. Alat bukti kedua, adanya janji-janji antara pejabat," kata Saut, satu dari lima pimpinan KPK, di Jakarta hari ini Jumat (22/4/2016).

Saut Situmorang didapuk sebagai pembicara dalam seminar: Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Hotel Saripan Pasific, Jakarta. Acara ini digelar memperingati Hari Kartini sekaligus hari jadi gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi.

Kegiatan SPAK tersebut dihadiri puluhan anggotanya yang terdiri dari perempuan-perempuan yang menyebut diri mereka anti korupsi.

Dalam seminar bertemakan Mulai Jujur Dari Sekarang, salah seorang peserta bertanya bagaimana tanda-tanda seseorang akan dipanggil KPK.

Saut menjelaskan dalam memproses dan lalu mempidanakan seseorang, KPK mempunyai pedomanan kerja. "Sebelum memanggil seseorang harus ada dua bukti yang terpenuhi seperti tadi saya sampaikan," katanya.

"Kalau begitu, kirim uang dari Jakarta ke Singapura lewat jet pribadi. Supaya enggak ada bukti transfernya. Itu ada loh seperti itu dua minggu yang lalu," ujar Saut mengungkapkan kelemahan metode "bukti alat transfer mencurigakan."

Saut juga memberi contoh kelemahan metode janji-janji antara pejabat. Misalnya janji dan pertemuan antara pejabat yang ternyata tidak menggunakan peralatan handphone. "Tapi KPK akan mengejar sampai kapan pun," kata Saut.

 

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi