• News

  • Nasional

DPR Minta Koruptor Masih Bersembunyi Segera Ditangkap

Ilustrasi -- salah satu koruptor yang digeret
Ilustrasi -- salah satu koruptor yang digeret

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi Gerindra, Supratman Andi Agtas mendorong Badan Intelejen Negara dan Polri segera menemukan dan menagkap para koruptor yang masih bersembunyi di luar negeri. Demikian juga Kejaksaan Agung yang bertindak sebagai eksekutor dalam pengadilan, kata Andi di Jakarta Sabtu (23/4/2016).

"Kesannya selama 13 tahun para buron koruptor itu dibiarkan lalu lalang di negara lain. Untuk itu dia meminta agar ada perjanjian ekstradisi antara Indonesia dangan negara lain agar mudah menyeret para buronan koruptor itu,"  kata  Andi.

Dia menjelaskan, buron kasus hak tagih (cessie) Bank Bali senilai Rp 546 miliar, Djoko S. Tjandra di Papua Nugini tidak bisa ditangkap lantaran Indonesia tidak memiliki perjanjian hubungan ekstradisi.

Oleh sebab itu, dirinya berharap agar ada pendekatan dengan negara-negara sahabat untuk membuat perjanjian ekstradisi, ujarnya menyemangati BIN.

"Terutama kepada mereka (negara) yang selama ini dianggap sebagai surga bagi para orang-orang yang bersembunyi dari kejaran aparat penegak hukum negara kita," tandas Supratman Andi. 

Menurutnya audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait kasus BLBI tercatat sekitar Rp 174 triliun dari 42 bank bermasalah. Meski demikian, jika ditingkatkan menurutnya menjadi 65 bank nasional yang dikelola oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada saat itu, maka total kerugian negara mencapai Rp 680 triliun, rincinya.

Karena itu DPR berharap pihak-pihak penegak hukum seperti BIN kejaksaan agung maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mendorong ditemukannya pihak-pihak yang merugikan negara. Tujuannya agar mengembalikan aset negara yang dicuri. "Negara ini dalam keadaan sulit. Apa lagi kita defisit kurang lebih sekitar 300 triliun tahun ini," pungkas Supratman Andi.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Hila Japi