• News

  • Nasional

Ongen Sangaji Mengaku Bertemu Boss Aguan dari Agung Sedayu

Aguan (detiknews)
Aguan (detiknews)

JAKARTA NETRALNEWS.COM - Mohamad Ongen Sangaji, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta mengaku pernah bertemu dengan boss PT Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan yang juga dihadiri oleh anggota DPRD lain seperti Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra M Taufik, ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta M Sanusi dan sejumlah pihak terkait dalam raperda tersebut.

"(Pertemuan dengan Aguan) itu hanya silaturahim saja," tambah Ongen.

Sedangkan Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI sekaligus anggota Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Bestari Barus mengungkapkan pemeriksaannya terkait dengan semangat pembahasan raperda.

"Saya tidak ikut pertemuan (di rumah Aguan)," jawab Bestari singkat.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Arieswan Widjaja dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro sebagai tersangka pemberi suap sebesar Rp 2 miliar kepada Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi terkait pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinnsi DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Raperda Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

KPK menyangkakan Sanusi berdasarkan sangkaan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang patut diduga menerima hadiah dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Sedangkan kepada Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 b atau pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan lama 5 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta.

Editor : Hila Japi
Sumber : Antaranews

Apa Reaksi Anda?