• News

  • Nasional

Aksi Protes Napi Sambut Sidak Menkumham di LP Pontianak

Yasonna H Laoly
Yasonna H Laoly

PONTIANAK, NETRALNEWS.COM – Aksi protes ratusan nara pidana (napi) menyambut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak, Sabtu (5/3/2016) malam.

 Sidak itu jadi ricuh oleh warga LP yang menolak PP 99/2012 tentang Pemberian Remisi. Aksi protes para napi tersebut, seperti memukul-mukul sel sehingga terjadi keributan, melempar barang-barang, serta membakar barang, tetapi dengan cepat dipadamkan oleh petugas LP.

"Saya datang kemari untuk sidak narkoba, tetapi napi Kelas IIA Pontianak menyambut saya dengan aksi protes PP 99/201, karena mereka frustrasi dengan dikeluarkannya PP tersebut, dan persoalan ini terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pontianak," kata Yasonna H Laoly seusai sidak di LP Kelas IIA Pontianak.

Dia menjelaskan, PP 99/2012 menyebabkan napi yang di vonis lima tahun ke atas tidak akan mendapatkan remisi. "Apalagi rata-rata LP di Indonesia kelebihan kapasitas, terutama bagi napi kasus narkoba yang persentasenya diatas 50 persen, sehingga banyak napi yang frustasi dengan PP tersebut," ungkapnya.

Menkumham menyatakan, mereka (para napi) juga punyak hak, seperti hak untuk dikunjungi oleh keluarga, punya hak hidup dan lainnya, tetapi dengan PP tersebut membuat mereka frustasi.
Dalam kesemapatan itu, dia menambahkan, terkait razia tersebut yang masih menemukan narkoba, nantinya akan ditindak lanjuti dengan gerakan LP bebas narkoba.

"Komitmen kami, LP bebas dari handphone dan narkoba, dan sudah saya perintahkan pada jajaran terkait itu, tetapi terbentur masalah minimnya sumber daya manusa (SDM) penjaga LP," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LP Kelas IIA Pontianak, Sukaji menyatakan keributan pada saat dilakukan razia karena pada napi kaget, saat dilakukan razia pada malam hari, karena mereka merasa terganggu razia dilakukan pada saat mereka akan tidur.

"Kalau dilakukan razia pada siang hari, malah akan sulit, karena kondisi LP dalam keadaan terbuka," ujarnya.

742 Penghuni

Sukaji menambahkan, saat ini kondisi LP Pontianak dalam keadaan kelebihan penghuni, yakni sekitar 742 napi, yakni terdiri dari napi hukuman mati dua orang, seumur hidup 11 orang, dan 40 tahanan orang asing, dan hanya dijaga oleh lima penjaga saja.

"Itupun satu komandan di pos utama, dua petugas di pintu, sehingga tinggal tiga petugas yang harus mutar-mutar menjaga sekitar lima blok di LP Pontianak itu," ujarnya.

Sidak oleh Menkumham Yasonna H Laoly yang dibantu oleh ratusan anggota Brimob Kepolisian Daerah Kalbar dengan senjata lengkap dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB itu disambut oleh aksi protes oleh ratusan penghuni LP Pontianak atas diterbitkannya PP 99/2012 tentang Pemberian Remisi. Dalam sidak tersebut telah diamankan, korek api, handphone dan narkoba dalam jumlah kecil.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antaranews.com