• News

  • Nasional

Wakil Ketua Komisi V Bantah Akomodasi Dana Aspirasi

Wakil Ketua Komisi V Muhidin M Said (Istimewa)
Wakil Ketua Komisi V Muhidin M Said (Istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) rampungkan pemeriksaan terhadap ‎Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin Mohamad Said.

Politikus Partai Golkar itu diperiksa sekitar 10 jam dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemn-PUPR).

Keluar dari KPK, Kamis (2/6/2016), Wakil Ketua Komisi V ini selalu membantah pertanyaan awal media. Seperti ketika ditanya‎ soal pertemuan informal pimpinan Komisi V dengan Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjojono. 

"Saya tidak tahu, saya tidak tahu (soal pertemuan)," kata Muhidin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Bahkan, Muhidin meminta awak media untuk menanyakan hal itu ke penyidik. Meski, Taufik sendiri sudah mengakui soal pertemuan itu.

"Tanya saja sama penyidiknya," ucapnya dengan wajah yang panik.

Meski tak mengakui soal pertemuan itu, akan tetapi Muhidin justru tahu apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Menurut Muhidin, pertemuan itu tak membahas soal proyek.

"Itu aspirasi," ujar Muhidin yang terlihat buru-buru berjalan keluar.

Selain membantah soal pertemuan, Muhidin juga membantah pernah mengakomodasikan dana aspirasi kepada pejabat Kementerian PUPR. "Tidak pernah, tidak pernah. Tanya saja sama Sekjen (Kementerian PUPR)," ujar dia.

Sebelumnya, Sekjen Kementerian PUPR Taufik Widjojono mengaku sempat bertemu dengan pimpinan Komisi V DPR. Pertemuan informal itu membahas usulan atau program aspirasi dalam bentuk proyek-proyek agar dimasukkan ke APBN 2016. 

Pertemuan ini juga terungkap dalam berkas tuntutan terdakwa Abdul Khoir. Di sana dijelaskan adanya pertemuan informal pimpinan dan kepala kelompok fraksi Komisi V dengan pejabat-pejabat Kementerian PUPR, salah satunya Taufik Widjojono.

Pertemuan terjadi pada 14 September 2015, sesaat sebelum raker resmi di DPR. Undangan pertemuan itu hanya dikirim melalui pesan singkat (SMS) oleh Kabag Kesekretariatan Komisi V Prima M.B. Muwa. 

Editor : Firman Qusnulyakin