• News

  • Nusantara

Berdalih Lakukan Ritual Pengobatan, Kakek Tua Setubuhi Gadis Cilik

Ilustrasi pemerkosaan
tribun makasar
Ilustrasi pemerkosaan

KUTAI KERTANEGARA, NNC - Tega benar Selamat alias Ulun ini. Pria tua yang berusia 61 tahun ini menyetubuhi gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas 5 SD dan berusia 14 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar).

Rupanya kakek tua itu sudah lama mengincar Bunga, sebut saja demikian namanya. Karena berbagai cara dia pikirkan agar kegadisan si Bunga yang sedang mekar itu dapat direnggutnya.

Hingga suatu hari, Selasa (6/3/2018) sore, dia datangi rumah rumah orangtua Bunga dan melihat gadis kecil itu sedang bermain. Ulun pun diam-diam meneguk liur, jangkunnya naik turun menahan nafsu. Lalu kepada orangtua Bunga, dia mengatakan,  jika bocah perempuan itu sedang sakit akibat guna-guna sehingga harus diobati. Ulun mengaku bisa melakukan ritual pengobatan.

Si orangtua Bunga percaya begitu saja.  “Karena tidak mau anaknya menderita, maka orangtua Kembang menurut saran dari Ulun,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin.

Mereka menuruti permintaan Ulun untuk menyediakan kembang tujuh rupa dan air bunga mawar. Bunga akan dimandi dalam sebuah ritual pengobatan.

Keesokan harinya,  Rabu (7/3/2018) menjelang senja,  orangtua Kembang telah mempersiapkan air dalam ember sudah dicampur bunga tujuh rupa serta tiga lembar papan. Saat melakukan ritual itu, kedua orangtua Bunga diminta untuk pergi.

Namun, ternyata kesempatan itu dipakai Ulun untuk meniduri Bunga dengan berdalih untuk membuang unsur guna-guna tersebut. " Ternyata setelah dimandikan, justru korban juga disetubuhi pelaku,” ungkap Baharuddin.

Peristiwa itu baru terungkap, ketika Bunga yang selesai dimandikan Ulun, datang ke rumah  tantenya untuk bermalam. Saat itu sang tante curiga karena mencium bau minyak wangi di tubuh keponakannya. Dia pun bertanya, Bunga dengan polos bercerita sudah dimandikan Ulun lalu disetubuhi.

Tantenya kaget, lalu menceritakan pengakuan Bunga kepada orangtuanya. Tentu saja orangtuanya marah dan merasa dipecundangi. Hari itu juga mereka melaporkan Ulun ke Polsek Anggana. Tak perlu menunggu lama, kakek tua bejat langsung diciduk polisi Jumat (10/3/2018) malam, sekitar pukul 21.00 Wita.

Baharuddin menyebut, pelaku langsung dijebloskan ke tahanan dan ditetapkan sebagai tersangka.  Dia dikenakan Pasal 81 Ayat 1 dan 2 Junto Pasal 76 Huruf d dan Pasal 82 ayat 1 Junto Pasal 76 huruf e Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancamannya pidana penjara di atas 15 tahun.

Keterangan foto: IPTU Baharuddin, Kapolsek Anggana-Polres Kukar, Kalimantan Timur. (Foto Humas Polres Kukar)
Editor : Wulandari Saptono