• News

  • Nusantara

Perluasan Bandara Rokot di Pulau Sipora, Menelan Biaya Sekitar Rp300 Miliar

Bandara Rokot Mentawai
Covesia
Bandara Rokot Mentawai

MENTAWAI, NNCDinas Perhubungan Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, memperkirakan perluasan Bandara Rokot di Pulau Sipora, menelan biaya sebesar Rp300 miliar.

"Jika seluruh proses pengerjaan berjalan baik, maka bandara Rokot akan efektif penggunaannya pada 2021," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mentawai Edi Sukarni di Tuapejat, Sumbar, Selasa (20/3/2018).

Menurut dia, pada 2019 akan dimulai pembersihan lahan, selanjutnya pada 2020 awal tahap pembangunan dan 2021 penyelesaian pembangunan.

Edi mengatakan dalam pengerjaan perluasan bandara tersebut pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, agar secara administrasi dan hukum berjalan baik "Termasuk dalam hal pembebasan lahan.

"Ini menjadi perhatian serius bagi kami," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu tujuan perluasan bandara Rokot tersebut agar pesawat yang berbadan lebar mampu mendarat di bandara Rokot.

Apalagi, sebelumnya ada beberapa maskapai yang ingin membuka rute ke daerah tersebut.

Menurut dia, peningkatan kunjungan wisatawan asing dan lokal juga menjadi faktor penting perluasan Bandara Rokot.

"Landasan bandara lama yang dibangun pada 1980, saat ini, hanya memiliki panjang 900 meter dan lebar 23 meter, sehingga tidak mampu menampung pesawat dengan ukuran besar," imbuhnya.

Perluasan bandara tersebut direncanakan menambah panjang landasan hingga 1.600 meter dan lebar 30 meter, serta dilengkapi fasilitas umum baik penerbangan maupun penumpang.

Saat ini, transportasi Padang-Mentawai masih melalui jalur laut yakni menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 3,5 jam dan kapal penumpang atau barang dengan waktu tempuh hampir 12 jam.

Editor : Sesmawati