• News

  • Nusantara

Polres Mataram Sita 7.598 Liter Minuman Keras

Kapolres Mataram AKBP Muhammad
Kicknews
Kapolres Mataram AKBP Muhammad

MATARAM, NNC - Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyita 7.598 liter minuman keras hasil penindakan selama pelaksanaan Operasi Pekat Gatarin 2018 yang berlangsung dua belas hari sejak 12 April 2018.

"Dalam dua belas hari kita laksanakan operasi lapangan, hampir delapan ribu liter yang disita. Itu yang berhasil, tapi saya yakin di luar sana masih banyak lagi," kata Kapolres Mataram AKBP Muhammaddi Mataram, Kamis (26/4/2018).

Ia mengatakan, jenis minuman keras yang disita pihak kepolisian sebagian besar hasil produksi masyarakat yang berdomisili di wilayah Kabupaten Lombok Barat, berupa tuak dan brem.

Namun minuman keras yang disita pihak kepolisian, banyak didapatkan dari para pengecer di wilayah Kota Mataram. Untuk wilayah Kabupaten Lombok Barat, polisi melakukan penyitaan dari rumah produksi minuman keras.

Menindaklanjuti hasil tangkapan itu, Polres Mataram berencana akan menyampaikan hasil operasi tersebut kepada pemerintah. Rencananya Muhammadakan menyampaikan secara langsung kepada Wali Kota Mataram maupun Bupati Lombok Barat.

"Karena daerah penyebarannya ada di wilayah hukum kita dan rumah produksinya di Lombok Barat, bersama dengan pemerintah, kita akan rumuskan upaya pengalihannya. Salah satunya bagaimana mengolah bahan bakunya agar tidak lagi menjadi minuman keras," ujarnya, seperti yang dikutip dari Antara.

Muhammad menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk memberantas peredaran minuman keras di tengah masyarakat.

"Persoalan ini sudah menjadi misi khusus saya. Saya berkomitmen untuk memberantas peredaran minuman keras, khususnya di wilayah hukum kami, Kota Mataram," ucapnya.

Dalam giat operasinya, Polres Mataram menyita 7.598 liter minuman keras, dengan rincian 3.960 liter tuak, 3.620 liter brem, dan 18 liter bir.

Ribuan liter minuman keras diamankan pihak kepolisian dari pengungkapan 72 kasus dengan 72 orang pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Editor : Sesmawati