• News

  • Nusantara

Begini Cara Desrifal Membunuh Waria, Sadis Sekali

Si pembunuh waria tertangkap
Jawapos
Si pembunuh waria tertangkap

MEDAN, NNC - Desrifal (21) akhirnya terpaksa menyerah setelah polisi menghujani 5 tembakan yang mengenai kakinya. Dia memang melawan petugas kepolisian saat hendak ditangkap  di sebuah mini market, di kawasan Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, pada Minggu (8/7/2018) dini hari.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Selasa (10/7/2018) bercerita, hanya dalam waktu 14 jam saja, polisi berhasil mengungkap siapa si pembunuh waria bernama Budianto alias Ardila Putri (31) yang ditemukan tewas di Hotel 61 Jalan Iskandar Medan, Sabtu (7/7/2018) lalu.

Mayat Ardila ditemukan dengan kondisi  telungkup dan tangan, kaki terikat. Kemudian mulut korban dilakban dan dari hidung keluar darah. Korban memakai celana dalam, BH merah dan menggunakan Wig atau rambut palsu.

Putu mengatakan petugas menemukan di lokasi fotokopi KTP korban atas nama Budianto, beberapa piece alat kontrasepsi, Wig, tas koper, Bra berwarna merah dan celana dalam.

Dari temuan inilah, polisi kemudian melakukan penelusuran. Hasil rekaman CCTV atau kamera pemantau hotel diteliti.  Hasilnya, seorang pria yang diduga sebagai tersangka pembunuh waria terlihat menggunakan sepeda motor merek Honda Scoopy berwarna abu-abu. Tersangka terlihat pula mengenakan jaket warna biru tua dan sepatu warna hitam.

Setelah mengetahui ciri-ciri tersangka, polisi membentuk tim yang beranggotakan personel Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru untuk memburu si pelaku.  Minggu (8/7/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, mereka melihat pria yang dicurigai tengah berada di depan Alfamidi Jalan Karya. Maka tak butuh waktu lama, Desrifal ditangkap.

"Dalam penangkapan tersebut, polisi memberikan tindakan tegas terhadap tersangka, sebanyak lima tembakan di bagian kakinya," ujar Putu.

Dari tersangka, petugas juga menyita dari tersangka barang bukti berupa satu unit sepeda motor warna abu-abu, satu buah jaket warna abu-abu, dan satu pasang sepatu hitam putih. Kemudian, satu unit telepon seluler merk Samsung dan satu unit telepon Vivo milik korban, satu buah koper warna hitam milik korban, dan satu buah dompet warna hitam milik korban.

Dari hasil interogasi, mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan di Hotel 61 Kamar 361, Medan dengan cara mencekik leher korban dan melilit leher korban dengan kabe. Setelah itu, tangan dan kaki korban diikat dan mulutnya dilakban.

Kini, warga yang tinggal di Jalan Tanjung Raya Gang Persatuan, Kabupaten Deliserdang, Sumut ini terpaksa mendekap di sel tahanan Polrestabes Medan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.  Dia dikenakan Pasal 340 KUHP yaitu melakukan pembunuhan berencana.

Editor : Wulandari Saptono