• News

  • Nusantara

Kisah Waria Pengusaha Katering, Dibunuh Kekasih Usai Berhubungan Badan

Jenazah Metty saat dievakuasi petugas
idntodays
Jenazah Metty saat dievakuasi petugas

SURABAYA, NNC - Malang benar nasib Slamet Pujianto alias Mety (44). Waria yang selama ini dikenal sebagai pengusaha katering  ini ditemukan tewas secara menggenaskan dengan bersimbah darah di rumah kontrakannya sendiri  di Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu pagi (27/9/2018), sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ditemukan  di depan pintu kamar, tubuh korabn dalam posisi telengkup dan dda genangan darah di bawah kepalanya.  Di leher korban ditemukan luka tusukan sebanyak tiga kali dan terdapat sayatan di lengan kanan sebanyak dua kali. Tak hanya itu saja, di perut korban juga terdapat dua luka tusuk. Bau busuk mulai tercium dari mayat Metty, diperkirakan dia sudah tewas sehari sebelumnya.

Kasat Reskrim Polresta Pasuruan AKP Slamet Santoso menyebutkan, polisi lalu bergerak cepat. Melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasilnya, dugaan pembunuh Metty mengerucut.

Dan tak perlu waktu lama, sang pembunuh itu tertangkap, Jumat (28/9/2018) malam, di sebuah warung tak jauh dari rumahnya di Desa Mendalan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Tersangka pembunuhan itu berinisial ETF (17), tak lain adalah kekasih Metty sendiri. Kepada polisi ETF mengakui perbuatannya. Kepada polisi pula, ETF mengaku, sebelum melakukan pembunuhan, korban dan tersangka sempat berhubungan badan.

Setelah berhubungan, korban ini kelelahan. Pada saat itulah, ETF melancarkan aksinya,  hingga korban tewas. Dia menggunakan sangkur untuk menikam Metty berulang kali. Saat Meety sekarat, ETF mengambil uang Rp3 juta dalam tas korban. Ia lalu meninggalkan Metty yang sudah bermandi darah.

Polisi menyita barang bukti yang diamankan di antaranya sebilah senjata tajam jenis pisau sangkur, sebuah handphone Samsung Type J5 Prime warna Gold dan handphone OPPO Type A37 warna Hitam yang diduga milik korban.

Untuk prose pemeriksaan lebih lanjut, ETF ditahan di Mapolresta Pasuruan. Ia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Editor : Wulandari Saptono