• News

  • Nusantara

Pria Ini Tewas dengan Perut Robek dan Usus Terburai Gegara Minta Rokok

Arifin ditemukan sekarat dengan perut robek dan usus terburai
istimewa
Arifin ditemukan sekarat dengan perut robek dan usus terburai

JAKARTA, NNC - Seorang pria yang mengalami gangguan jiwa bernama Arifin (33),  yang ditemukan sekarat dengan perut robek dan usus terburai keluar di trotoar jalan Pandanaran, wilayah Kampung Prambaman, Kelurahan Banaran, Boyolali, Sabtu (15/12/2018) dini hari.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Namun karena lukanya cukup parah, dia akhirnya tewas.

Hasil  autopsi  di RSUD Dr Moewardi Solo menunjukkan adanya luka robek 8 cm di perut korban hingga mengenai urat atau bagian untuk menggantung usus. Luka itu menyebabkan pendarahan hebat di organ dalamnya.

Kasatreskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto menyebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi, Minggu (16/12/2018). "Polisi langsung melakukan penyelidikan, mengarah pada tersangka Arga  (28) yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia," kata Willy.

Menurut Willy, Arga  mengaku telah melakukan penusukan atau penikaman karena jengkel dan kesal dimintai rokok terus oleh Arifin. Pelaku yang awalnya telah memberikan sebatang rokok kepada korban. Akan tetapi, tidak lama kemudian korban meminta rokok lagi.

Pelaku yang kesal kemudian mengambil pisaunya langsung diayunkan dan mengenai perut korban. “Mungkin pelaku ini kesal karena rokok masih panjang tapi korban sudah minta lagi yang baru,” ujar Willy, Senin (17/12/2018).

Yang mengejutkan, ternyata Arga juga telah melakukan hal yang sama kepada lelaki lain yang ditemukan dalam kondisi serupa di depan swalayan Galaxy, Boyolali Kota, Agustus lalu.

"Pelaku ini sebelumnya juga melakukan hal yang sama. Korbannya ditemukan tewas di depan Swalayan Galaxy, Boyolali Kota, pada bulan Agustus 2018," kata Willy.

Peristiwa itu bermula saat korban hendak buang air besar di depan sebuah toko di kawasan depan swalayan Galaxy, Sunggingan, Boyolali Kota.

Saat itu pelaku mengingatkan korban agar tidak buang air besar di situ dan menjauh dari toko. Pelaku mengingatkan sambil marah-marah hingga sampai di depan Galaxy dia menusuk perut korban lalu pergi. Korban yang tidak diketahui identitasnya tersebut dilarikan ke rumah sakit dan nyawanya berhasil diselamatkan.

Atas perbuatan tersangka dapat dijerat dengan Pasal 338 Ayat (3) KUHP, tentang Tindak Pidana Pembunuhan dengan rencana, ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Keterangan foto: Pelaku pembunuhan Arifin

Editor : Wulandari Saptono