• News

  • Nusantara

Bandara Minangkabau Mulai Dipadati Arus Balik

Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Istimewa
Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

PADANG PARIAMAN, NETRALNEWS.COM - Arus balik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, mulai mengalami peningkatan pada H+1 Lebaran 2019.

Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra menyebutkan arus balik di BIM mulai meningkat pada H+1.

"Pada H+1 jumlah pemudik yang berangkat mencapai 4.146 orang atau mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya yang hanya 2.138 orang," kata Fendrick Sondra di Padang Pariaman, Sabtu (8/6/2019).

Lebih lanjut Fendrick Sondra mengatakan kendati sudah mulai terjadi peningkatan penumpang yang hendak balik namun angka kedatangan pada H+1 masih tetap tinggi yaitu sebanyak 4.074 pemudik.

"Artinya usai Lebaran arus mudik masih tetap tinggi di Bandara Internasional Minangkabau," ujarnya.

Jumlah penumpang yang berangkat mengalami penurunan sebesar 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya sebanyak 42.383 pemudik menggunakan pesawat udara tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, sepanjang H-7 hingga H-1 atau pada 29 Mei hingga 4 Juni 2019.

"Kedatangan pemudik turun 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 59.216 orang," kata dia.

Ia menyampaikan puncak arus mudik di Bandara Internasional Minangkabau terjadi pada H-4 dengan jumlah kedatangan penumpang mencapai 6.864 pemudik menggunakan 42 penerbangan.

Menyambut Mudik 2019 PT Angkasa Pura II membentuk posko mudik terpadu di Bandara Internasional Minangkabau yang beroperasi mulai H-7 hingga H+7 atau dari 29 Mei hingga 13 Juni 2019.

Posko mudik bekerja sama dengan sejumlah pemangku kepentingan mulai dari Polres Padang Pariaman, TNI, Kesehatan Pelabuhan, BMKG, Otoritas Bandara dan Airnav.

Ia juga mengimbau penumpang yang akan balik agar senantiasa memperhatikan jadwal penerbangan dan tidak membawa barang terlalu banyak.

"Diharapkan penumpang tidak bercanda tentang bom karena sesuai Undang-undang bisa ditindak secara pidana dan merugikan orang lain hingga jadwal penerbangan ditunda," kata dia.

 

Reporter : Sesmawati
Editor : Widita Fembrian