• News

  • Nusantara

Akses Terputus, 3 Desa di Konawe Utara Belum Bisa Dijangkau

Banjir menerjang sejumlah desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Twitter Jatamnas
Banjir menerjang sejumlah desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kepala Pusat Data Informasin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, ada tiga desa di Kabupaten Konawe Utara yang belum bisa dijangkau karena akses yang putus dan derasnya aliran air.

Lokasi tersebut adalah Kecamatan Wiwirano yang terdiri dari Desa Padalere Utama, Desa Padalere, dan Desa Lamonae Utama.

Keadaan tersebut terjadi akibat dari intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Konawe Utara dan sekitarnya tanggal 1 Juni - 2 Juni 2019. Hujan lantas menyebabkan meluapnya Sungai Lalindu, Sungai Walasolo dan Sungai Landawe mengakibatkan banjir di Kabupaten Konawe Utara.

"Tim BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lantas berkoordinasi dengan Bupati terkait penanganan darurat. BNPB juga memberikan arahan dan masukan dalam rangka Pendampingan Penanganan Darurat kepada BPBD," kata Sutopo, Kamis (13/6/2019).

Sutopo juga menyampaikan, pihaknya turut mendampingi BPBD dalam penyusunan administrasi Dana Siap Pakai (DSP). BNPB juga mengikuti rapat evaluasi harian kegiatan penanganan darurat bencana banjir di Posko PDB.

Secara umum, untuk menangani banjir di Konawe Utara, ambulans dan petugas kesehatan disiagakan, serta RS Rujukan disiapkan.

Korem 143-HO mengirimkan personil sebanyak 76 orang untuk evakuasi dan penyelamatan, dapur umum dan pengawalan distribusi logistik dengan alat perlengkapan  6 unit kendaraan, 3 unit LCR, 3 unit tenda lapangan, 3 unit tenda dapur umum, 2 set perlengkapan dapur, dan 2 unit motor tempel.

Brimob Kendari mengirimkan personil sebanyak 31 orang yang akan bertugas di Desa Tapuwatu dan Desa Walalindu dan mendirikan serta mengelola dapur umum di beberapa titik. PMI Kabupaten Konawe Utara juga menyiapkan 6 unit tanki air bersih, tenda pengungsian dan tenaga medis sebanyak 3 orang.

"Bupati telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama 1 minggu. Selain itu, rencana 12 Juni 2019 akan ada kunjungan Menteri Sosial dan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk meninjau  lokasi banjir," kata Sutopo.

Sutopo klaim, Tim Reaksi Cepat BNPB untuk terus mendampingi BPBD. Berhubung beberapa tempat belum bisa dihubungi karena 4 jembatan putus dan longsor maka bantuan disalurkan dengan helikopter BNPB. "Droping bantuan dari Jakarta dengan pesawat kargo terus disalurkan," sambung dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?