• News

  • Nusantara

Hingga Kini, Eks Bomber Persis Solo yang Tenggelam di Pantai Selatan Belum Ketemu

Ilustrasi tenggelam.
Shutterstock
Ilustrasi tenggelam.

YOGYAKARTA, NETRALNEWS.COM - Feryanto, seorang korban kecelakaan laut di Pantai Baru Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (20/6/2019) hingga pencarian hari ke empat atau Mingggu (23/6/2019) belum ditemukan tim pencarian dan pertolongan gabungan.

Pejabat di Basarnas Yogyakarta, Minggu mengatakan pencarian memasuki hari ke empat pada hari Minggu (23/6/2019) Tim SAR (pencarian dan pertolongan) gabungan belum berhasil menemukan korban atas nama Feryanto (35). Pada  hari ke empat ini Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang Pantai Baru, selain itu tim SAR juga melakukan pencarian menggunakan drone, namun hingga petang pukul 17.30 WIB hasilnya masih nihil.

Sementara itu, Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto mengatakan, banyak beredar informasi di masyarakat bahwa jasad Feryanto sudah ditemukan pada Sabtu (22/6), namun kabar tersebut tidak benar, karena hingga Minggu korban belum ditemukan.

"Korban yang ditemukan pada Sabtu (22/6) pukul 08.20 WIB adalah Fajrina Dwi Saputri (7) yang merupakan anak Feryanto. Jadi kami harap masyarakat tidak memberikan penyataan yang belum tentu kebenarannya dan menjadi hoax," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat jika mendapat informasi bahwa korban Feryanto sudah ditemukan tolong dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait seperti kepolisian setempat dan Basarnas Yogyakarta.

Dia mengatakan, Basarnas dan Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian sampai tujuh hari sesuai SOP (standar operasional prosedur) Basarnas yang sudah diatur dalam UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan ( SAR).

"Operasi yang dilaksanakan Basarnas adalah tujuh hari pencarian, apabila setelah tujuh hari pencarian korban tidak ditemukan maka Basarnas akan kordinasi dengan semua pihak termasuk dengan keluarga korban untuk menutup Operasi SAR," katanya.

Namun, lanjut dia, apabila keluarga korban minta tambahan hari pencarian maka Basarnas akan menambah tiga hari pencarian, dan apabila tidak ditemukan Basarnas akan kembali kordinasi dengan semua pihak untuk menutup operasi SAR.

"Dalam operasi SAR dilaksanakan sesuai UU pencarian dan pertolongan, operasi SAR yang sudah ditutup bisa dibuka apabila ada permintaan keluarga korban atau pemerintah daerah dengan pertimbangan masih ada tanda-tanda korban ditemukan," katanya dinukil dari Antara.

 

Editor : Widita Fembrian