• News

  • Nusantara

Viral Puisi untuk Abdul Somad, Yesus Berbisik ‘Somad, Aku Mengasihimu’

Karikatur menanggapi video Ustaz Abdul Somad dituduh menghina Salib
foto: seword.com
Karikatur menanggapi video Ustaz Abdul Somad dituduh menghina Salib

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tanggapan terhadap video kajian Islam oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menghebohkan jagad media sosial terasa semakin ramai dengan munculnya puisi yang ditulis oleh Gantyo Koespradono.

Puisi tersebut beredar dari akun Whatsapp di grup-grup umat Kristiani dan diunggah juga di laman Seword.com. Jika disimak isinya, puisi tersebut cukup menarik karena relatif menyejukkan, lucu, dan tidak ingin memperkeruh suasana. Warganet yang terbakar emosi terkait beredarnya video tersebut diharapkan berkaca dari puisi berikut ini.

Puisi Buat Ustad Abdul Somad

Ustad Abdul Somad
Bukan, bukan...
Apa yang kau ucapkan:
di salib ada jin kafir
sesungguhnya bukan hinaan
Bukan ejekan
Apalagi cemoohan
Bukan pula penistaan agama.

Bagi kami, apa yang kau ucapkan
Ya, yang kau ucapkan di depan jemaahmu
Bahwa sosok yang tersalib adalah "jin kafir" dan karenanya pantas dijauhi adalah kata-kata mutiara bagi kami.

Kami marah ?
Tidak, sebab kemarahan bukan milik kami
Kami balas dendam ?
Tidak, sebab pembalasan, apalagi dengan dendam, bukan ajaran dan hak kami.

Sebaliknya, kami justru berterima kasih kepadamu Somad, sebab kami jadi ingat bahwa "jin kafir" yang kau sebut itu telah mengajarkan kami "ampunilah akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."

Lalu, haruskah kami membela sosok yang kau sebut "jin kafir" ?

Tidak Ustad Somad
Buat apa kami membela-Nya, sebab Dia lebih berkuasa dan perkasa atas kami, termasuk engkau Abdul Somad.

Sia-sia kami membela-Nya, sebab jika pun kami nekat menjadi makhluk bodoh yang membela-Nya, Dia yang kau takuti itu sudah lebih dulu memaafkan dan mengampunimu.

Karena itu Abdul Somad, tertawalah seriang jemaahmu setelah mendengar engkau berceloteh tentang salib dan jin kafir.

Tidak, kami yakin engkau pun tak akan dipolisikan
Pasal penistaan agama dalam undang-undang tidak berlaku bagi golonganmu.

Biarlah penistaan agama hanya berlaku bagi kami agar kami lebih berhati-hati dan menghormati keyakinan saudara-saudara kami.

Kau bilang jin kafir yang tergantung di salib menoleh ke kiri atau ke kanan ?

Ketahuilah, Yesus yang kau sebut jin kafir itu kini dan selamanya sedang menoleh ke arahmu.

Dan Dia membisikkan kata-kata ke telingamu: "Somad, Aku mengasihimu."

Penulis: Gantyo Koespradono

Untuk diketahui, setelah video tentang dirinya viral di media sosial, UAS telah memberikan tanggapannya seperti dinukil Republika.co.id. Menurutnya, video tersebut merupakan rekaman kejadian yang sudah lewat bertahun-tahun silam.

Saat itu, lanjut UAS, sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau. Kajian itu dijadwalkan tiap Sabtu pada waktu subuh. Karena sifatnya tertutup, hanya kaum Muslimin saja yang hadir.

''Saya menjawab pertanyaan jamaah dalam kajian tertutup yang diadakan di Masjid Agung an-Nur Pekanbaru. Itu bukan tabligh akbar semisal di lapangan terbuka atau disiarkan melalui stasiun TV," jelas UAS.

Dalam kesempatan itu, UAS menjelaskan antara lain ihwal kedudukan Nabi Isa AS. Kemudian, penjelasan juga diberikannya mengenai soal patung dan jin.

Dengan cara tersebut, ia berharap jemaah bisa memahami bagaimana ajaran tauhid dan syariat Islam memandang Nabi Isa AS, hukum memiliki patung, dan makhluk bernama jin. Jadi, tujuannya hanya memberikan pemahaman keilmuan.

Editor : Taat Ujianto