• News

  • Nusantara

Rumah Korban Longsor Arfak Siap Dihuni

Illustrasi. Tanah longsor di Cibodas, Jawa Barat
Illustrasi. Tanah longsor di Cibodas, Jawa Barat

MANOKWARI, NETRALNEWS.COM - Puluhan hunian tetap yang bangun untuk korban banjir bandang dan longsor di Distrik Hink, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat siap ditempati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat Derek Ampnir di Manokwari, Sabtu (19/11/2016) mengatakan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di daerah itu sudah berlangsung sejak bulan lalu.

Pada pembangunan ini, kata dia, Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) mengucurkan anggaran 14 miliar.

Pembangunan akan dilakukan untuk 315 unit hunian tetap bagi para warga yang kehilangan rumah akibat banjir dan longsor pada 17 April 2016.

"Medan jalan menuju lokasi pembangunan sangat ekstrem. Kami bersyukur pembangunan berjalan lancar meskipun pengangkutan material sulit," kata dia.

Saat ini, katanya, antara 20-30 unit rumah sudah selesai dibangun disiap ditempati. Pihaknya akan meminta warga agar segera menempati rumah tersebut.

Dia menyebutkan hunian tetap ini dibangun dengan mengadopsi rumah adat "kaki seribu" .dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kearifan suku Arfak.

"Awalnya rumah tersebut didesain dengan konsep rumah barat. Namun, bagi warga hal itu tidak cocok untuk kondisi alam disana," kata Derek.

Ia berterima kasih kepada otoritas kehutanan yang telah membantu proses distribusi kayu menuju lokasi pembangunan. Saat ini proses distribusi sudah mencapai 80 persen dari 100 persen kayu yang menjadi kebutuhan dalam pembangunan tersebut.

Derek menyebutkan BPDP akan membangun sebanyak 315 unit rumah hunian tetap bagi para korban yang kehilangan rumah pada bencana yang terjadi pada 17 April 2016 di beberapa lokasi yang berbeda.

"Kami akan bekerja maksimal melaksanakan tanggung jawab ini. Sebisa mungkin pembangunan selesai tepat waktu, sehingga masyarakat bisa merayakan Natal 2016 di rumah baru," ujarnya.

 

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara