• News

  • Nusantara

Warga Pesisir Lhokseumawe Pindah Hindari Ombak Tinggi

Illustrasi. Ombak di Muko-muko, Bengkulu
Illustrasi. Ombak di Muko-muko, Bengkulu

LHOKSEUMAWE, NETRALNEWS.COM - Untuk menghindari terjangan ombak, warga Kampung Jawa Lama, kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, yang bermukim dekat dengan bibir pantai pindah ke tempat yang lebih aman untuk sementara.

Dari pantauan yang dilakukan di Lhokseumawe, Minggu (4/12/2016), terlihat rumah warga yang berada sangat dekat dengan bibir pantai atau bangunan pemecah ombak di desa dimaksud, terlihat kosong. Rumah warga di pinggiran pantai tersebut, umumnya berkonstruksi kayu dan berbentuk rumah panggung.

Warga sekitar mengatakan, terhadap rumah yang berada sangat dekat dengan bibir pantai terpaksa dikosongkan sementara, karena dikhawatirkan hempasan ombak dapat mengenai bangunan dan membahayakan penghuninya, ungkap Nurdin warga.

Barang-barang atau perabotan rumah yang dianggap berharga dipindahkan sementara ketempat lain. Karena hempasan ombak dapat mengenai bangunan rumah dan menghanyutkannya kelaut.

"Rumah yang berada sangat dekat dengan pinggir pantai, pemiliknya pindah sementara kerumah tetangga disekitar daerah sini. Begitu juga dengan barang atau perabotan diangkat sementara, agar disaat ombak besar datang, tidak membahayakan pemiliknya," kata warga tersebut.

Sementara itu, ombak besar yang terjadi Minggu dinihari lalu, dapat pula membahayakan warga sekitar. Sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang warga yang nyaris tewas terserat arus akibat dihantam ombak.

"Semalam saya sudah dibawa ombak saat menghantam pinggiran pantai, bahkan sempat timbul tenggelam di dalam air. Hingga akhirnya dapat meraih sesuatu dan berhasil selamat," ungkap Zulfikar.

Hal senada juga dikuatkan oleh warga lainnya, yang menambahkan bahwa kondisi ombak yang besar dalam dua hari ini, sangat berbahaya bagi warga. Apalagi, menurut warga, kondisi ombak pada bulan Desember ini, lebih ganas jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hempasan ombak yang menghantam pemukiman warga setempat itu, telah merusakkan satu unit rumah warga dan satu unit balai pengajian serta satu unit balai nelayan. Bahkan, dua unit boat pukat nelayan juga hancur dihantam ombak serta dua unit jaring pukat darat juga rusak berat.

 

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara