• News

  • Nusantara

Ikan Asap Pekanbaru Jadi Oleh-oleh

Ikan asap di Pekanbaru. (Antara Riau)
Ikan asap di Pekanbaru. (Antara Riau)

PEKANBARU, NETRALNEWS.COM - Ikan segar yang diawetkan dengan pengasapan atau disebut ikan asap, telah lama menjadi salah satu buah tangan ketika orang mengujungi "Kota Bertuah", julukan bagi Pekanbaru.

"Tidak lengkap rasanya, jika seseorang mengunjungi Pekanbaru, tapi pulangnya tanpa bawa buah tangan dari 'Kota Bertuah' yaitu ikan asap," ucap Syamsiar (45), pedagang khusus ikan kering di Pasar Bawah, Pekanbaru, Selasa (13/12/2016).

Dia berkata, dahulu para pembeli yang berasal dari luar Pekanbaru, atau wisatawan asing cuma mengenal ikan selais karena pemasok hanya memasarkan jenis ikan air tawar berasal dari sungai setempat.

Tapi kini sudah banyak jenis ikan air tawar mendapat pengasapan seperti baung, patin, lele, dan gabus dengan harga jual di mulai dari harga Rp75.000 per kilogram hingga Rp250.000 per kilogram.

Ikan asap merupakan cara mengeringkan ikan dari sejumlah sungai di Riau, sehingga terjadi perubahan bentuk agar ikan bertahan lebih lama dengan aroma khas.

"Pembeli ikan ini, sejumlah restoran dan rumah makan yang menyediakan menu ikan asap bagi pelanggan mereka. Selain itu wisatawan terutama dari negeri jiran Malaysia," katanya.

Dewi (41), pedagang ikan kering di Pasar Pagi Arengka menuturkan, pembeli umumnya berasal dari Sumatera Utara dalam jumlah besar atau minimal satu kilogram.

"Kami disini, yang beli itu para pendatang seperti dari Medan, Jambi, dan Bengkulu. Tapi kalau warga sini (Pekanbaru) jarang sekali, dan dalam jumlah kecil," ucapnya.

"Sedang wisatawan asing, sangat jarang sekali karena letak pasar kami tidak seperti Pasar Bawah atau dikenal pasar wisata," tutur dia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, El Syabrina saat menjabat mengaku, permintaah terhadap ikan asap khususnya jenis selais dan gabus diminati oleh para pembeli.

Menurutnya, perlu ditingkatkan dari cara pembuatan dan pengemasan, agar kualitas ikan asap itu benar-benar terjaga. "Nanti dikemas dengan plastik berkualitas tinggi, dan tahan udara," ucapnya.

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara