• News

  • Olahraga

Usai Joseph Parker, Anthony Joshua Bidik Laga Lawan Deontay Wilder

Anthony Joshua merengkuh gelar gelar juara kelas berat dunia usai mengalahkan Joseph Parker.
Guardian
Anthony Joshua merengkuh gelar gelar juara kelas berat dunia usai mengalahkan Joseph Parker.

LONDON, NNC – Nama petinju Inggris, Anthony Joshua saat ini sedang melambung. Pasalnya, Anthony saat ini jadi juara dunia sejati usai mengalahkan Joseph Parker asal Selandia Baru melalui keputusan wasit yang memberi kemenangan angka mutlak dalam pertarungan unifikasi gelar juara kelas berat dunia.

Usai melawan Joseph Parker, Anthony Joshua kini membidik pertarungan untuk untuk memperebutkan gelar unifikasi kelas berat melawan Deontay Wilder. Duel ini kemungkinan mulai dibicarakan pekan depan.

Menurut laporan BBC, hal tersebut diucapkan oleh promotor Barry Hearn yang juga mengungkapkan Joshua kini mengincar gelar versi WBC milik Wilder, setelah merebut gelar WBO dengan unanonimous poin atas Joseph Parker p untuk menambah titel IBF dan WBA-nya.

"Ini adalah pertarungan yang Anthony Joshua sangat inginkan dan saya pikir dia ingin pertarungan itu terjadi tahun ini," kata Hearn.

Akan tetapi Joshua yang saat ini berusia 28 tahun, dikabarkan tak akan memberikan bonus finansial bagi Wilder.

" Anthony Joshua menginginkan semua sabuk juara. Ini merupakan kartu besar Deontay Wilder yang harus dimainkan, (tetapi) secara komersial, Joshua jauh lebih besar daripada Deontay Wilder," kata Hearn.

Bahkan, Hearn yang juga merupakan pimpinan dan pendiri Matchroom (promotor Joshua), berpikir Wilder harus bertarung dengan Joshua yang dia klaim akan menjadi pertarungan yang terbesar dalam karier Wilder.

"Saya pikir Wilder bisa datang ke Inggris karena di dunia kami, dalam tinju, beberapa juta dolar yang didapatkan Wilder dalam satu pertarungan adalah goresan yang kecil dibandingkan dengan hadiah yang menunggunya untuk pertarungan bersama Joshua," ucapnya.

Pertarungan antara Joshua dan Wilder ini sendiri, jika terjadi, akan mengantarkan untuk pertama kalinya seorang petinju putra meraih keempat gelar kelas berat utama.

 

Editor : Widita Fembrian