• News

  • Olahraga

Basket 3X3 Menuju Olimpiade 2020, Mimpikah?

Basket 3X3 menuju Olimpiade 2020.
Asian Games
Basket 3X3 menuju Olimpiade 2020.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Basket merupakan salah satu cabang olahraga yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari statistik, basket masuk dalam 10 besar olahraga favorit masyarakat Indonesia.

Perhatian masyarakat Indonesia terhadap olahraga basket kian meningkat seiring dengan perkembangan basket 3x3, serta keberhasilan klub basket 3x3 Indonesia dalam meraih gelar juara pada kompetisi mancanegara.

Dibandingkan dengan basket konvensional, varian permainan basket 3x3 membutuhkan jumlah pemain lebih sedikit dengan luas lapangan yang lebih sempit serta waktu permainan yang lebih singkat. Kondisi tersebut membuat pola permainan cendurung lebih cepat dan gesit sehingga dianggap cocok untuk postur tubuh pemain basket Indonesia.

Meski memiliki sejumlah perbedaan, basket konvensional maupun basket 3x3 memiliki kesamaan. Salah satunya menguasai teknik dasar seperti dribbling, shooting serta lari. Sebuah studi menyatakan, dalam pertandingan basket konvensional, pemain basket diperkirakan berlari sekitar 4,5 – 7,5 km dalam setiap game. Lebih lanjut, kemampuan berlari juga diperlukan untuk mendukung ketahanan para pemain basket dalam menyelesaikan pertandingan. Sejalan dengan inisiasi Combiphar yakni Combi Run dan Combi Run Academy. 

President Director Combiphar, Michael Wanandi, mengatakan pihaknya memiliki komitmen Championing a Healthy Tomorrow, Combiphar, perusahaan lokal consumer healthcare terdepan di Indonesia,  senantiasa mendorong kesadaran akan gaya hidup sehat untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, salah satunya melalui olahraga.

"Melihat potensi generasi muda dalam cabang olahraga basket 3x3, khususnya Timnas Basket 3x3 Putri, Combiphar memberikan dukungan penuh kepada Timnas Basket 3x3 Putri jelang Olimpiade 2020 mendatang,” papar Michael Wanandi, dalam siaran persnya, Jumat (14/6/2019).

Jika sebelumnya permainan basket 3x3 dikenal sebagai salah satu varian latihan basket, sejak ASIAN Games 2018, basket 3x3 diperkenalkan sebagai salah satu cabang olahraga baru. Meski belum berhasil meraih medali,  Timnas Basket 3x3 Putri lolos hingga semifinal dalam ajang pesta olahraga akbar se-Asia. Saat ini, Timnas 3x3 Basket Putri telah menduduki posisi 17 di dunia, posisi 5 di Asia dan posisi 1 di Asia Tenggara. Tak ayal, permainan Timnas 3x3 Basket Putri Indonesia layak dipertimbangkan.

Selanjutnya, Timnas 3x3 Basket Putri Indonesia menargetkan mendapatkan medali perak pada SEA Games, Manila 2019 sebagai salah satu milestones untuk meraih kesempatan bertanding di Olimpiade 2020.

“Kami paham, potensi tanpa latihan serta jam terbang yang cukup tentu tidak akan membuahkan hasil optimal. Sebagai persiapan SEA Games 2019 dan menjaga peluang lolos ke Olimpiade 2020," ujar Anthony Gunawan, Head Coach Combiphar Team Indonesia.

Timnas Basket 3x3 Putri akan mengikuti serangkaian kejuaraan Basket 3x3 berskala nasional dan internasional  yang terdiri dari 3x3 FIBA World Cup 2019 di Belanda, dilanjutkan dengan IBL Gojek 3X3 Indonesia Tour, FIBA 3x3 U23 World Cup di China dan World Beach Games di Amerika Serikat.

Setelah mengikuti sejumlah pertandingan, timnas basket 3x3 putri diharapkan dapat membangun kerjasama serta meningkatkan poin sebagai bekal jelang Olimpiade 2020 mendatang. Oleh karenanya, kami mengapresiasi dukungan Combiphar terhadap kemajuan basket di Indonesia, khususnya dukungan terhadap Timnas 3x3 Basket Putri yang kini bergelar Combiphar Indonesia Team,” ujar Anthony Gunawan, Head Coach Combiphar Team Indonesia.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?