• News

  • Olahraga

Sumbang Dua Medali di Kejuaraan Dunia, Tak Diduga Ini Reaksi Pelatih Kepala Ganda Putra

Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi.
PB Djarum
Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi.

BASEL, NETRALNEWS.COM - Pelatih utama Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi mengaku puas melihat  sektor ganda putra bisa menyumbang dua medali di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019 di St. Jakobshalle, Basel, Swiss. Satu medali emas alias juara dunia disumbang oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sementara medali perunggu oleh Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

"Di satu sisi saya puas karena dapat gelar juara, kepinginnya sih kalo saya bisa lebih. Tapi ini sudah cukup baik, cukup bagus," ujarnya ditemui seusai mendampingi pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan memenangi partai final, Minggu.

Ahsan/Hendra yang menjadi unggulan keempat mengalahkan unggulan ke-12 asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam pertarungan tiga gim 25-23, 9-21, 21-15.

Selain Ahsan/Hendra yang meraih medali emas, ganda putra juga memperoleh medal perunggu melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang dikalahkan Ahsan/Hendra pada semifinal.

"Secara keseluruhan hasil ganda putra di satu sisi kita bisa berhasil juara, ada di semifinal juga pemain ranking ketiga kita Fajar/Rian, sayangnya Marcus/Kevin kalah," katanya seperti dinukil dari Antara, Senin (26/8/2019).

Ganda putra peringkat satu dunia Marcus Fernald Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo langsung tersingkir pada pertandingan pertama mereka pada putaran kedua, dikalahkan oleh ganda Jepang yang melaju ke final itu.

"Itu semua pelajaran dan ada hikmahnya. Ada hikmahnya Marcus/Kevin kalah, jadi saya lebih waspada memperhatikan pemain Jepang yang ngalahin mereka," papar Herry IP.

Soal kemenangan Ahsan/Hendra, Herry mengatakan faktor mental yang menjadi pembeda antara pasangan berjuluk The Daddies itu dengan Hoki/Kobayashi.

"Tadi keliahatan mainnya imbang, pemain Jepang lebih muda, secara fisik mereka lebih bagus, lebih cepat, lebih kuat, kita kelihatan Hendra gim kedua ketiga agak menurun," katanya.

"Tapi karena mental mereka yang bagus, baik, luar biasa, kelihatan Jepangnya yang goyah, terutama Kobayashi yang kidal itu, makanya kita lebih banyak ngincer kesitu," ujarnya menambahkan.

Ditanya mengapa gim kedua, Ahsan/Hendra hanya mampu mengumpulkan sembilan poin, Herry mengatakan, awalnya mereka menerapkan pola biasa, tetapi banyak membuat kesalahan.

"Hendra di belakang banyak error, Ahsan juga, setelah 11-6 kita coba lagi ternyata tdk berhasil, kita ubah, tempo kita pelanin, istilahnya kita lepas set kedua, kita konsen di set ketiga," jawabnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan.H.P