• News

  • Olahraga

Audisi Bulutangkis Djarum 2019 Jadi yang Terakhir, Menpora: Mestinya Jalan Terus

Menpora Imam Nahrawi.
Setkab
Menpora Imam Nahrawi.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyampaikan Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis akan tetap berjalan sampai final di Kudus nanti. Namun, ini akan menjadi tahun terakhir Audisi Umum.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Konferensi Pers Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Kota Purwokerto. Konferensi Pers tersebut turut dihadiri oleh para legenda bulutangkis Indonesia.

Yoppy juga menyampaikan terima kasih kepada peserta, orang tua, pelatih, klub, PBSI, dan segenap media yang telah bersama sejak 2006 hingga 2019 demi mendukung atlet muda dalam mewujudkan citac-citanya mengharumkan Indonesia di pentas dunia.

Mengetahui hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi angkat bicara. Menurutnya, Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis harus terus berjalan karena baginya tidak ada unsur eksploitasi anak.

"Bahkan audisi Djarum sudah melahirkan juara dunia. Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan," kata Menpora dikutip dari unggahan di akun resmi media sosial Istagramnya, nahrawi_imam, Minggu (8/9/2019).

Melalui unggahan tersebut, kolom komentar Menpora dipenuhi oleh berbagai komentar pro dan kontra dari warganet. 

"Pak Imam. Kami menunggu pernyataan resmi dari Kemenpora demi jayanya bulutangkis Indonesia. Mestine kita sekarang fokus buat Olimpiade 2020 yg kurang dari 1 tahun, bukan mengurusi hal yang sdh berjalan dengan baik dan ada buktinya. Salam sukses mulia," kata akun Iiuspongoh.

"Dengan segala hormat pak, saya maju mendengar statement bapak seperti ini. Anak" yang menjadi brand image untuk djarum dengan menggunakan pakaian yg bertuliskan djarum adalah cara industri rokok agar image mereka baik di dalam masyarakat. Mungkin bapak tidak pernah merasakan betapa sakitnya rokok sehingga dengan mudah membuat statement. Bila emang djarum ingin melakukan pembibitan maka ya tetap dilanjutkan bukan dihentikan, namun anak" tidak menggunakan atribut djarum maka semua masalah ini selesai. Mohon maaf sekali lagi pak, saya sedih dan sesak didada melihat statement bapak. Rokok bukan cuma membunuh penggunanya pak, tapi membunuh negara ini. Mau sampai kapan kita di bohongi!!!," kata mrajapangestu.

"Lanjutkan pak, masih banyak anak2 pelosok daerah yg ingin menjadi Kevin Sanjaya, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Mohammad Ahsan , dan hanya PB Djarum yg mereka harapkan bisa mewujudkan mimpinya..," kata arifltriyani_94.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Yayasan Lentera Anak Indonesia Lisda Sundari menilai Djarum tidak pernah tulus ingin membantu anak-anak audisi beasiswa, melainkan ada pamrih atau brand image produk rokok.

"Jadi, keputusan Djarum untuk stop audisinya hanya berarti satu hal bahwa Djarum tidak pernah tulus ingin membantu anak-anak audisi. Dia cuma mau audisi kalau ada brand image dia, alias pamrih," kata Lisda.

Kata Lisda, yang dipermasalahkan Lentera Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah brand image rokok dalam audisi Djarum. Menurutnya, brand image rokok dapat membuat anak mengasosiasikan rokok dengan olahraga, kesehatan, dan image baik, walau kenyataannya sebaliknya.

Acuan pihaknya adalah UU Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 tentang penggunaan badan anak sebagai eksploitasi, dan PP nomor 109 tentang rokok sebagai zat adiktif berbahaya.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P