• News

  • Olahraga

Demi Kembali ke Juve, Buffon Ternyata Nekat Lakukan Hal Ini

Kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon
France24
Kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kiper gaek Gianluigi Buffon mengklaim bahwa dirinya telah 'memaksa' Paris Saint-Germain (PSG) untuk memperbolehkannya kembali ke Juventus pada bursa musim panas.

Kiper legendaris berusia 41 tahun tersebut memutuskan pindah ke Paris musim lalu, tetapi hanya menghabiskan waktunya selama setahun sebelum memutuskan kembali ke Juventus.

Buffon mengungkapkan bahwa ia ingin kembali ke tanah kelahirannya untuk bersama keluarga dan memaksa agar PSG untuk melepasnya.

"Suatu malam ketika saya sendirian, saya membuat keputusan untuk kembali ke Juve, bertanya pada diri sendiri: 'Di usia 41 tahun, apa yang saya lakukan di sini sendirian di Paris ketika keluarga saya di Italia?' katanya kepada Tiki Taka yang dilansir Goal pada Senin (28/10).

"Saya memaksakan PSG dan ketika Juve mengajukan tawaran kepada saya, itu sepertinya pilihan yang tepat, jadi saya langsung menerimanya.“

"Saya pergi ke Paris karena saya tidak bisa menolak tawaran olahraga dan ekonomis yang mereka berikan kepada saya di PSG. "Ketika Anda berusia 40 tahun dan sebuah klub sebesar ini mendatangi Anda, saya merasa tersanjung. Saya ingin mendapatkan pengalaman baru dan keluar dari zona nyaman saya."

Buffon juga menegaskan bahwa ia tidak berpikir tentang pensiun pada saat ini, tetapi hanya fokus pada memenangkan trofi bersama Juventus musim ini.

"Saat ini saya dalam kondisi psikologis dan fisik dimana saya masih merasa sebagai pemain penting. Saya belum memikirkan masa depan saya sendiri dan saya juga memiliki ketenangan untuk psikoanalisis dan mengevaluasi penampilan saya sendiri," paparnya lagi.

"Ketika saya menyadari bahwa saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan, saya akan duduk bersama klub dan memberi tahu mereka bahwa semuanya sudah berakhir."

Bianconeri sekarang berada di puncak klasemen Serie A dan akan menjamu Genoa pada Kamis sebelum bertandang ke Torino tiga hari kemudian.

Editor : Nazaruli