• News

  • Olahraga

Dua Mahasiswa UBSI Ukir Prestasi di Turnamen Taekwondo Tingkat Nasional

Rani Rafita Sari (Sabuk Merah) dan Muhammad Irvan Agustio (Sabuk Hijau) serta perwakilan dari kampus UBSI kampus kota Pontianak.
Istimewa
Rani Rafita Sari (Sabuk Merah) dan Muhammad Irvan Agustio (Sabuk Hijau) serta perwakilan dari kampus UBSI kampus kota Pontianak.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM  - Prestasi membanggakan berhasil diukir mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika ( UBSI) di cabang olahraga . Dua mahasiswanya yang berasal dari kampus kota Pontianak sukses menjadi juara di ajang Open Tournament Pontianak Taekwondo Festival bertema Positive Is Me 2020.

Dua mahasiswa UBSI kampus kota Pontianak itu bernama Rani Rafita Sari dan Muhammad Irvan Agustio yang merupakan mahasiswa semester tiga program studi (prodi) Sistem Informasi. Keduanya turun di ajang nasional yang berlangsung di kampus IAIN Pontianak dari tanggal (31/01) sampai (03/02).

Rani sendiri meraih juara 3 Senior Putri (U.53) Open Tournament Taekwondo Festival 2020. Sedangkan Irvan ikut dikategori Senior Putra (U.58) dan keduanya sebagai atlet Kyuorugi.

Rani yang mengaku semenjak kelas enam sekolah dasar mulai mengikuti olahraga taekwondo hingga sekarang semakin menggemari cabor yang satu ini.

“Ikut taekwondo memang dari kemauan sendiri, karena waktu itu di Sintang cuma ada olahraga itu dan terbuka untuk umum. Awalnya memang orang tua gak setuju kalau saya ikut taekwondo disuruh berhenti, karena sempat sakit sebab mengikuti latihan rutin,” ujar putri pertama dari bapak Sy. Jona dan ibu Latamandeska tersebut.

Lanjut Rani, jadi saat ikut lomba yang pertama kali sekitar tahun 2010 ia tidak diperdulikan oleh kedua orang tuanya, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih, sehingga ia termotivasi untuk menjadi atlet cabor taekwondo dan ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa ia bisa membuat mereka bangga akan prestasi yang nantinya akan ia miliki.

Dan terbukti, hingga saat ini Rani telah mengikuti sekaligus memenangkan banyak turnamen dari cabor taekwondo. Di antaranya ia pernah mendapatkan Juara 2 Taekwondo tingkat Provinsi, piagam penghargaan dari Kejuaraan 3rd NTC Cup, Kejuaraan Rimba Taekwondo Championship II, dan masih banyak lagi. 

“Sekarang orang tua saya sudah mendukung saya untuk terus berprestasi di cabor taekwondo dan berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga nilai akademik saya agar tetap bagus,” pungkas Rani.

Sementara Irvan sendiri mulai serius menggeluti taekwondo semenjak tahun 2018. Terbukti walaupun masih hitungan setahun ikut taekwondo namun saat ini ia sudah di tingkat sabuk hijau atau GEUP-7.

Ini merupakan debut keduanya ikut turnamen taekwondo. Walaupun belum memiliki hasil yang maksimal di turnamen kali ini, namun putra dari bapak Ilhan Hendrata & ibu Nurhayan ini telah membuktikan kemajuannya yang pesat dalam olahraga taekwondo ini. 

“Kendalanya jika di Open Tournament seperti ini maka lawannya bisa siapa saja bahkan atlet nasional sekalipun bisa ikut, dan kemarin lawan saya seorang atlet nasional yang sudah sabuk hitam, pertarungan kemarin memang sulit, namun ini bisa memotivasi saya untuk mengalahkan atlet-atlet yang tingkatan sabuknya lebih tinggi dari saya, sekelas atlet nasional,” kata Irvan, pria berusia 22 tahun itu.

Irvan bertekad untuk terus giat berlatih sehingga bisa sampai ke sabuk tingkatan tertinggi dan meraih juara-juara di tingkat Provinsi, Nasional, bahkan Internasional. Sempat tak diperbolehkan kedua orang tuanya untuk ikut taekwondo karena sakit, namun dengan tekad dan usaha kerasnya membuktikan keseriusannya sehingga membuat orang tuanya luluh bahkan sangat mendukung prestasinya. 

Kedepannya, mereka berdua akan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo (UKT). Bulan April mendatang Rani akan mengikuti UKT untuk naik ke tingkat sabuk hitam DAN I. Sementara Irvan akan naik ke tingkat sabuk Hijau Strip Biru atau GEUP 6. Keduanya mempersiapkan hafalan gerakan-gerakan yang akan diujikan sesuai dengan tingkatannya.

“Lebih ke persiapan poomsae untuk menghadapi UKT ini dan tentunya berlatih terus serta do’a dari orangtua juga yang sangat penting untuk terus meraih prestasi,” ujar Irvan.

Muhammad Sony Maulana, selaku kaprodi Sistem Informasi berharap mereka berdua dapat terus berprestasi di cabor taekwondo tanpa melalaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswa. 

“Tentunya kami dari pihak kampus sangat mendukung bagi mahasiswa UBSI Pontianak yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik,” tutur Sony.

 

Editor : Widita Fembrian