• News

  • Olahraga

Perenang Top China Sun Yang Diskors 8 Tahun Karena Terbukti Doping

Perenang China  Sun Yang
SupChina
Perenang China Sun Yang

LONDON, NETRALNEWS.COM - Perenang China yang berulang kali juara dunia dan juara Olimpiade, Sun Yang, dilarang tampil selama delapan tahun karena gagal pada tes doping, kata Mahkamah Arbitrase Olah Raga (CAS) seperti dikutip ESPN, Jumat (28/2/2020).

CAS menyatakan telah mengabulkan banding Badan Anti-doping Dunia (WADA) terhadap keputusan badan renang dunia FINA yang menyatakan Sun tak melakukan pelanggaran sewaktu tes doping pada September 2018.

Perenang berusia 28 tahun itu adalah salah seorang atlet top China yang sudah memenangkan dua medali emas Olimpiade 2012 di London dan medali emas lainnya dalam Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.

Bintang renang China, Sun memang cukup kontroversial beberapa tahun ini. Beberapa kejadian pernah menjadi sorotan peraih medali emas Olimpiade tiga kali itu.

Sun pernah Bertikai dengan pelatihnya sendiri Zhu Zhuge pada tahun 2013. Sun menolak berlatih bersama Zhu setelah ia meminta Sun untuk mengakhiri hubungannya dengan seorang pramugari. Asosiasi renang China berusaha untuk menengahi pertikaian namun gagal sehingga Sun memutuskan untuk berpisah dengan Zhu setelah 10 tahun berada di bawah pengawasannya.

Di kalangan atlet renang dunia, ia juga jadi musuh bersama karena dikenal sebagai pengguna obat-obatan doping.

Sun dilarang bertanding selama tiga bulan pada 2014, yang merupakan pengskoran secara rahasia, setelah ditemukan mengonsumsi zat terlarang yang ia akui sebagai obat untuk masalah jantung. Asosiasi renang China pun menghukum Sun dan Asosiasi renang provinsi Zhejiang. Berita larangan bertanding itu menciptakan kebencian di antara para atlet renang selama Olimpiade Rio 2016.

Dia juga terlibat perang mulut dengan Mark Horton pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Horton mengejek Sun dengan menyebutnya “pengguna obat-obatan”. Di sisi lain, Sun menuding Horton menggunakan taktik kotor saat kalah di final 400 meter gaya bebas. Media China pun turut menghina Horton sebagai "warga dunia kelas dua di Barat". Sun kembali marah setelah memenangi nomor 200 m saat perenang Prancis memancing keributan dengan menyatakan "urin Sun berwarna ungu"

Horton dan perenang Inggris Duncan Scott sampai menolak bersalaman dengan Sun saat upacara penyerahan medali di Gwangju. Tindakan tersebut adalah aksi protes mereka atas Sun Yang yang berada di pusaran dugaan doping.

Apalagi FINA juga menyatakan bahwa Sun telah menghacurkan sampel darahnya. Beberapa perenang dunia termasuk Adam Peaty dan Lily King mendukung aksi protes Horton dan Scott. Aksi itu membuat Sun berang dan meneriaki Scott dari atas podium, "saya menang, kamu kalah! " Media China bahkan memanggil Horton "badut". Akibat aksinya itu, ancaman mati dari para penggemar di China pun bermunculan di akun instagram Horton.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati