• News

  • Opini

Indonesia Tak Solid Bisa Bubar, Perusuh Ingin Membunuh 4 Tokoh Nasional

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal
Netralnews/ Dok.Istimewa
Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kabar tak sedap kembali terdengar dari aparat kepolisian. Dari hasil penyelidikan kepolisian terhadap kerusuhan 21-22 Mei 2019 membuktikan bahwa perancangnya tidak main-main untuk mengacaukan Indonesia.

Bila pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin benar akan menjadi pemimpin negeri ini pada lima tahun mendatang, tantangan maha berat harus dihadapi. Di bawah kepemimpinan mereka, Indonesia harus benar-benar solid.

Pasalnya, dari hasil penyelidikan terbaru saja menggambarkan bahwa kerusuhan Mei 2019 ternyata tidak hanya melibatkan aktor-aktor  remaja tanggung. Sebagian memang dibayar dan sebagian lain diduga terpapar paham radikal melalui isu jihad.

Di sisi lain, purnawirawan ABRI, oknum militer, kaum perempuan, hingga pengonsumsi narkoba juga telah berkolaborasi dalam penyelundupan senjata, bahkan hingga rencana aksi pembunuhan 4 tokoh nasional.

Ini persoalan serius bagi kedaulatan negara Indonesia di masa mendatang. Rongrongan bisa jadi akan tetap menjadi api dalam sekam. Bila tidak disikapi secara solid, Indonesia bisa terancam bubar.

Seperti telah dirilis baru-baru ini, polisi berhasil menangkap AF, satu-satunya perempuan yang diduga kuat terkait dengan kerusuhan 22 Mei 2019.  AF berperan sebagai pemilik dan penjual senjata api kepada salah satu perusuh 22 Mei berinisial HK.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengungkapkan AF alias Fifi ditangkap di kawasan Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat 24 Mei 2019.

"Peran pemilik dan penjual senpi revolver Taurus kepada HK. (AF) ini seorang perempuan," kata Iqbal dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019).

Menurut Iqbal, AF diduga menerima hasil penjualan senpi Rp 50 juta. "13 Oktober 2018 , tersangka HK membeli satu pucuk revolver Rp 50 juta dari AF," ujar Iqbal.

Foto AF juga dipamerkan. AF tampak mengenakan kerudung warna putih dan baju tahanan warna oranye.

Selain AF, polisi telah menetapkan lima tersangka lainnya. Ditambah AF menjadi enam tersangka yakni HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

Perusuh 22 Mei disebut diminta melakukan pembunuhan dengan target 4 tokoh nasional dan 1 pemimpin lembaga survei.

Anehnya, beberapa tersangka tersebut diketahui juga merupakan pengonsumsi narkoba.

Mengenai nama-nama tokoh nasional yang jadi target pembunuhan, hingga hari ini, pihak kepolisian masih enggan menyebutkan. Namun, kata Iqbal, baik Polri maupun TNI sudah tahu siapa targetnya dan juga siapa "seseorang" yang meminta pembunuhan itu.

Selain perintah membunuh seorang pimpinan lembaga swasta, "(Tanggal) 12 April 2019 HK mendapat perintah untuk membunuh tokoh nasional. Jadi 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional," pungkas Iqbal.

 

Penulis: Ahmad Suteja

Pengamat Politik Indonesia, tinggal di Bogor

Editor : Taat Ujianto