• News

  • Opini

Sidang Sengketa Pilpres Telah Usai, Anda Baru Sadar Terluka karena Artis Idola Anda?

Mulan Jameela termasuk salah satu caleg artis yang diprediksi lolos ke Senayan
Foto: Instagram/@mulanjameela1
Mulan Jameela termasuk salah satu caleg artis yang diprediksi lolos ke Senayan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sidang putusan sengketa Pilpres 2019 yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) hari Kamis (27/6/2019) menyatakan menolak seluruh permohonan yang diajukan Tim Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) 02 Prabowo-Sandi dalam sengketa perolehan hasil Pemilu 2019

Dengan putusan tersebut, berakhir sudah momen-momen yang menjadi perhatian rakyat Indonesia dari Sabang sampau Merauke. Hasil akhirnya ternyata tidak merubah apapun atas hasil pemilu yang telah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

Perhatian publik mulai kembali beralih ke dalam aktivitasnya masing-masing. Namun, masih ada sebagian kalangan masyarakat yang tengah asyik membicarakan hasil Pemilu 2019, khususnya tentang nasib artis-artis kondang yang gagal meraih kursi legislatif.

Pada pemilu 2019, ada kecenderungan berbeda dengan pemilu tahun sebelumnya. Di tahun 2014, banyak artis  berhasil melenggang ke Senayan maupun ke gedung DPRD. Tapi dalam pemilu 2019, jumlah mereka jauh berkurang.

Masyarakat tampaknya mulai sadar bahwa untuk menjadi wakil rakyat, diperlukan keahlian, keterampilan, pengetahuan, semangat melayani, tidak cukup hanya bermodal ketenaran. Idealnya, seorang artis sekaligus suka melayani, pandai, kreatif, dan menguasai hukum.

Menengok hasil Pemilu 2019, setidaknya ada 91 sosok artis maju mencalonkan diri dalam pileg. Dari jumlah itu, ada yang incumbent dan ada yang baru mencalonkan diri untuk pertama kalinya.

Banyak di antara mereka akhirnya gagal melenggang menuju Senayan, Jakarta. Mereka yang gagal di antaranya adalah Emilia Contessa, Denada, Venna Melinda, Manohara, Sari Koeswoyo, Ahmad Dhani, Sundari Soekotjo, Andre Hehanusa, dan Lucky Perdana.

Dengan demikian, selama lima tahun mendatang, Gedung DPR RI di Senayan tidak lagi dihuni oleh banyak artis.

Sementara di periode lima tahun sebelumnya, ada sekitar 18 artis nongkrong di Senayan seperti Rieke Diah Pitaloka, Tantowi Yahya, Rachel Maryam Sayidina, Jamal Mirdad, Desy Ratnasari, Primus Yustisio, Lucky Hakim, Anang Hermansyah, dan Eko Hendro Purnomo.

Pertanyaannya, mengapa banyak artis tidak lolos ke Senayan?

Pemilu sebelumnya, partai sengaja mengusung artis untuk mendongkrak perolehan suara. Kini, jurus itu patut dievaluasi. Pasalnya rakyat sudah semakin pandai mengenai dinamika politik di Indonesia.

Dalam percaturan politik, terbukti banyak artis-artis yang melenggang ke Senayan terlihat tidak bekerja sebagai wakil rakyat secara maksimal. Keseriusan melayani rakyat, mendengar aspirasi rakyat, sangat rendah. Semestinya, mereka mau kerja keras, setidaknya di daerah dapil yang dahulu membuatnya menang.

Kontribusi dan peran apara artis tidak terlihat. Itu adalah faktor pertama yang kemungkinan besar membuat masyarakat enggan untuk memilih sosok artis sebagai wakil mereka.

Faktor berikutnya, bahwa dengan menjadi wakil rakyat maka artis yang menjadi anggota legislatif harus memahami secara kritis tentang perundang-undangan, pengawasan, budgeting, dan sebagainya. Tidak bisa hanya membeo apa kata pemimpin partai yang mengusungnya.

Faktanya, dalam berbagai forum debat, baik di acara televisi maupun ketika terjadi peristiwa penting yang membutuhkan respon wakil rakyat, yang sering tampil adalah kalangan politikus yang berasal dari kader politik, dan bukan dari para artis.

Ini menjadi bukti bahwa popularitas seorang artis tidak menjamin dirinya mampu elegan bermain secara lincah dalam dunia politik.

Di sisi lain, caleg non-partai yang kalah popularitasnya secara nasional dengan artis tertentu, bisa melenggang ke Senayan ketika rakyat di daerah pilihannya semakin mengenal sosok itu.

Keberhasilan seorang caleg ditentukan bagaimana rekam jejak dirinya dalam terlibat membangun daerah dapilnya, bukan seberapa banyak ia terkenal di televisi. Pemilu 2019 telah berhasil menyadarkan rakyat untuk kritis. Artis tak becus tidak layak dipilih.

Jadi, seandainya Anda mempunyai artis idola yang menjadi caleg DPR RI tetapi gagal melenggang ke Senayan, sebaiknya anda lebih jeli mencermati siapa sesungguhnya artis idola Anda tersebut. Anda tidak perlu terluka dan kecewa. 

Editor : Taat Ujianto