• News

  • Opini

Ironis, Menteri Bersolidaritas di Istana Bogor, Rakyat Merana di Stasiun Bogor

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan
Netralnews/Istimewa
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Kemarin, Minggu 4 Agustus 2019 para menteri asyik gathering "solidaritas tanpa batas" di istana Bogor.

Sementara itu, rakyat di sebagian Pulau Jawa telantar karena listrik padam seharian dan ribuan calon penumpang commuterline terlantar di beberapa stasiun kereta termasuk di Stasiun Bogor yang tidak jauh dari Istana Bogor.

Padahal kalo mau menterinya bisa jalan kaki sebentar ke stasiun Bogor sebagai wujud solidaritas tanpa batas mengunjungi para calon penumpang KRL yang terlantar berjam-jam di Stasiun Bogor.

Kemarin saya hadir dan juga menjadi salah seorang bersama ribuan warga lainnya terlantar 7 jam lebih di stasiun Bogor.

Saya beserta Ribuan calon penumpang KRL terlantar di Stasiun Bogor. Kami telantar akibat matinya listrik PLN sejak jam 11.30an di Bogor dan sekitar.

Sejak pukul 13.00an wib saya sudah menunggu di Stasiun Bogor tanpa kepastian ada atau tidak layanan KRL ke Jakarta.

Akhirnya saya menyerah dan minta dijemput oleh anak saya dari Jakarta. Sampai jam 21.00 wib ketika saya meninggalkan stasiun Bogor masih terlantar menunggu tanpa kepastian ada atau tidak layanan KRL dari Stasiun Jakarta ke Bogor.

Kami mohon kepada bapak Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja buruk seluruh jajaran pengelola PLN, KRL, Kementrian BUMN dan Kementrian Perhubungan atas kejadian hari ini Minggu 4 Agustus 2019.

Akibat listrik mati berjam-jam dan kami juga sebagai pengguna KRL dari Bogor terlantar tanpa bantuan berarti.

Ada baiknya juga diberikan kompensasi kepada seluruh pengguna listrik PLN yang alami mati listrik berjam-jam hari ini. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

 

Penulis: Azas Tigor Nainggolan

Analis Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA)

Editor : Taat Ujianto