• News

  • Opini

Banjir Video Hantu di Youtube, Lebih Baik Ketimbang Banjir Video Mesum?

Ilustrasi tayangan video hantu di Youtube
foto: youtube
Ilustrasi tayangan video hantu di Youtube

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tayangan video hantu dan misteri benar-benar membanjiri youtube. Anehnya, penggemar Youtube di Indonesia bukannya membencinya karena takut, tetapi justru semakin menggandrunginya.

Banyak youtuber yang sengaja menyajikan video berbau misteri akhirnya menanggok rezeki dari berbagai iklan video yang diunggah. Menariknya, kendati ada banyak sekali channel cerita misteri, semua laku dan tidak terlihat adanya persaingan yang berarti antar channel. Semua sama-sama laku.

Ada beragam alasan penggemar video hantu di Youtube menyaksikan tayangan tersebut. Ada yang memang percaya adanya roh-roh gentayangan yang dikisahkan sang youtuber. Tetapi ada juga yang menggemarinya karena unsur lucu di dalamnya. Artinya, tayangan itu menghibur.

Bila dilihat dari sisi usia, penggemar video hantu di Youtube ternyata tidak hanya kalangan dewasa. Dari ibu-ibu rumah tangga hingga anak usia sekolah dasar pun ternyata ada banyak sekali.

Anak-anak usia dini bahkan sudah akrab dengan tayangan tersebut, termasuk jenis game yang berbau mistis. Lalu bagaimana dampaknya terhadap anak-anak? 

Menurut sejumlah psikolog, adegan-adegan video yang menyajikan suasana horor memang memicu adrenalin anak. Dalam taraf tertentu, hal itu dikhawatirkan bisa mengguncangkan psikologi anak. Anak akan rentan terbayang kengerian yang ada dalam video. Efeknya bisa menimbulkan sifat penakut.

Anak akan mudah cemas, susah tidur, dan memiliki imajinasi mengerikan. Sebagian anak akan kesulitan menghapus memori tersebut. Efek lebih jauh, tentunya akan mengganggu keseharian anak dan mengganggu perkembangan mentalitasnya.

Seberapa jauh dampaknya, tergantung usia anak. Dalam catatan di laman Smart Parenting, anak-anak di bawah usia 7 tahun cenderung belum bisa membedakan antara realita dan imajinasi.

Umumnya, anak di bawah 7 tahun yang menyaksikan tayangan video hantu akan kesulitan melupakan kejadian menyeramkan yang ada dalam video tersebut. Anak tersebut bisa menjadi resah, sulit tidur, dan sulit ditinggal orang tuanya.

Mengutip penuturan Dr. Daniel S. Schechter, psikiater anak seperti dikutip Romper, film horor maupun video hantu yang menyeramkan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan mental. Anak akan lebih rentan mengalami kecemasan, gangguan tidur, perilaku yang membahayakan.

Lalu apa yang mesti diperbuat? Orang tua disarankan untuk selektif memilih film dan video yang layak ditonton si kecil. Namun, di tengah kesibukan orang tua, hal ini muskil dilakukan. Anak yang sudah mengenal gawai akan rentan mengakses video horor tanpa sepengetahuan orangtua.

Satu-satunya yang bisa dilakukan orangtua adalah mengarahkan anak. Bangun kesepakatan saat-saat kapan boleh menggunakan gawai dan mengakses tayangan video di Youtube. Usahakan, penentuan waktu menonton bersamaan dengan saat orangtua berada di rumah.

Di saat itulah, anak bisa menonton tayangan Youtube dengan pendampingan orangtua. Bila anak menyaksikan video hantu, orang tua bisa memberikan pengarahan dan penjelasan seperlunya sehingga anak tidak mengalami ketakutan.

Dengan pendampingan tersebut, anak akan lebih mudah memahami pesan dan isi tayangan video. Dengan menonton bersama orangtua, anak juga bisa dijauhkan dari video horor yang diselipi konten dewasa dan berbau kekerasan.

Resiko lainnya adalah ketagihan. Ketika anak bisa menikmati tayangan video horor bersama orangtua, ia bisa jadi akan meminta hal serupa di waktu lain. Di tahap ini orangtua harus berani menyediakan waktu khusus dan rutin.

Melalui pendampingan yang baik, anak yang terbiasa menonton tayangan video misteri dan hantu bisa jadi malah menjadi pribadi yang pemberani. Bisa jadi, anak malah akan tertantang dan ingin melihat penampakan hantu secara langsung.

Ada sejumlah channel kisah misteri di Youtube yang ternyata dibuat oleh kalangan anak-anak SMP dan SMA. Mereka bahkan berani mengenakan kostum pocong dan seolah-olah bergentayangan di malam hari. Mereka benar-benar tidak takut.

Ini menandakan bahwa tidak sedikit generasi milenial yang justru sengaja mengeksploitasi kisah hantu menjadi tayangan yang mendatangkan rejeki. Mereka ini sebenarnya sedang melakukan "bisnis" di era digital melalui video hantu yang dibuat-buat.

Ketika ditanya, mengapa generasi muda ini mau membuat video hantu jadi-jadian? Dengan entengnya sang presenter menjawab, "Daripada membuat rekaman dan menayangkan video mesum, lebih baik membuat tayangan hantu jadi-jadian. Bisa menghibur." Itulah jawaban youtuber ABG itu.

Editor : Taat Ujianto