• News

  • Opini

Abdul Somad Hina Simbol Umat Nasrani, Negara Harus Hadir

Birgaldo Sinaga
Facebook/Birgaldo Sinaga
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejarah ribuan tahun mencatat hinaan, nistaan, cemoohan, ejekan pada Yesus Kristus tidak mengurangi kemuliaan Yesus.

Hinaan, ejekan dari Abdul Somad yang mengatakan salib patung Yesus Kristus itu adalah jin kafir tidak akan membuat kita berfatwa halal darahnya. Tidak. Tidak ada dalam ajaran Kristen seperti itu.

Yang membuat kita sebagai sesama anak bangsa miris dan sedih adalah ucapannya itu akan menyemai bibit kebencian baru.

Perbedaan sebagai Rahmat Ilahi dijadikan musuh yang harus dimusuhi. Keberagaman sebagai keniscayaan dianggap sesuatu yang aneh. Tidak lagi saling menghargai saling melengkapi.

Kita tahu terorisme bermula dari intoleransi. Ketika orang intoleran akan berubah menjadi radikal. Intoleransi bermula dari penolakan pada nilai pluralisme atau keberagaman. Kebhinekaan.

Penolakan pada nilai pluralisme ini dimulai dari faham yang menilai orang di luar kelompoknya adalah salah, sesat, pendosa, kafir, setan, iblis, orang jahat, dan lain sebagainya.

Pada suatu titik tertentu, jika ini terus membesar akan terjadi titik singgung yang saling bergesekan. Ini bak bara api dalam sekam. Yang jika dipandang sepele akan membakar hubungan persaudaraan sesama anak bangsa.

Untuk itu, negara harus hadir. Negara harus cepat bertindak. Negara itu diwakili oleh pemerintahan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi sebagai kepala negara kepala pemerintahan punya mandat menjaga nilai Pancasila ini.

Negara harus melihat ucapan Somad itu bak racun yang sedang menularkan virus perongrongan pada nilai Indonesia kita. Nilai kebhinekaan tunggal ika. Nilai persatuan Indonesia kita.

Jika negara membiarkan dan mendiamkan masalah ini, menganggap angin lalu dan tidak bersikap, percayalah suatu saat ketika magma api kebencian dan intoleransi itu membesar, ledakan dan letupan akan terjadi.

Dan jika itu terjadi, sia-sialah semua yang kita bangun selama ini.

Saya mendesak negara turun tangan menyelesaikan persolaan ini.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto