• News

  • Opini

Ini Benar-Benar Kejutan Memilukan di Tol Cipularang

 Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92, Senin (2/9/2019)
foto: suara.com
Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92, Senin (2/9/2019)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kecelakaan mengejutkan di tol Cipularang kembali terjadi dan melibatkan truk kontainer terbalik lalu disertai tabrakan beruntun. Ini benar-benar memilukan.

Rupanya BPJT dan operator jalan tol Cipularang belum segera melakukan upaya serius untuk perbaikan dan pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan ini sudah ketiga kalinya dalam waktu seminggu sejak 4 September 2019 saat kecelakaan beruntun yang melibatkan 2 dump truk yang terbalik dan disusul mobil lainnya.

Lalu beberapa kemudian terjadi kecelakaan lagi. Kemarin, Selasa siang (10/9/2019) terjadi lagi kecelakaan ketiga, melibatkan truk kontainer juga mengalami terbalik.

Kecelakaan pertama mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka. Melihat kejadian yang mirip-mirip penyebabnya dan kendaraannya, seharusnya ada langkah perbaikan pencegahan.

Langkah perbaikan itu harusnya dilakukan oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan operator jalan tol Cipularang.

Setidaknya bisa dilakukan penempatan petugas di zona kejadian agar pengemudi bisa diingatkan hati-hati dan tidak alami kecelakaan. Juga seharusnya segera dibuat tambahan rambu tambahan agar pengemudi mengetahui kondisi jalan serta hati-hati.

Menyikapi kondisi sering terjadinya kecelakaan ini maka pihak kementerian Perhubungan mengevaluasi kinerja BPTJ dan operator jalan tol Cipularang.

Juga kementerian Perhubungan memerintahkan BPTJ dan operator jalan tol melakukan pengawasan agar jalan tol bersih dari truk yang melanggar aturan  melakukan merubah standar kendaraan dan muatan berlebihan atau Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) serta ugal-ugalan.

Pengawasan dilakukan dengan memasang alat timbang di setiap  pintu masuk tol serta memasang rambu tambahan juga  menyiagakan petugas atau alat monitor  di zona pengawasan.

Penulis: Azas Tigor Nainggolan.
Advokat dan Analis Kebijakan Transportasi.

Editor : Taat Ujianto