• News

  • Opini

Rokok Menjual Ketergantungan, Menghambat Prestasi

Ilustrasi polemik audisi PB Djarum
foto: alinea.id
Ilustrasi polemik audisi PB Djarum

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Salah satu yang membahayakan dari sebatang rokok adalah ketergantungan atau adiksi. Ketergantungan terhadap rokok sungguh menakutkan karena rokok mengandung lebih dari 7000 racun berbahaya mematikan. 

Itulah sebabnya dalam setiap bungkus rokok dituliskan peringatan "rokok berbahaya, merokok menyebabkan kanker mulut, rokok mengandung TAR dan NIKOTIN, dilarang memberi pada pada anak dibawah 18 tahun dan perempuan hamil".

Peringatan mengingatkan pada kita rokok berbahaya dan dapat membunuh perokoknya. Sehingga ketergantungan pada rokok sangat berbahaya karena ketergantungan pada nikotin, tar dan 7000 zat rabun berbahaya.

Dalam perdebatan berhentinya audisi bulutangkis Djarum, banyak perdebatan atau lepas dan mempertahankan. Seperti diketahui bahwa audisi bulutangkis yang diadakan oleh PB Djarum mang didukung oleh PT Djarum, produsen rokok.

Banyak kritik dilontarkan pendukung audisi Djarum karena Djarum sudah berjasa terhadap prestasi bulutangkis nasional. Seolah-olah tanpa audisi bulutangkis dukungan PT Djarum akan kiamat prestasi bulutangkis nasional.

Terasa memang, ada ketergantungan besar terhadap dukungan PT Djarum terhadap pembinaan atlet bulutangkis nasional. Sampai-sampai gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo  mengatakan bahwa beliau mau pasang badan untuk tetap dilakukannya audisi Djarum.

Begitu pula menteri pemuda dan olah raga pun Ketergantungan pada dukungan audisi dengan Djarum. Terlihat seolah pemerintah tidak berdaya dalam membina pewastasi bulutangkis nasional dan sangat tergantung pada Djarum.

Sikap pemerintah itu sudah merendahkan dirinya sendiri dan merendahkan sepertinya tidak ada lagi pihak swasta yang memiliki kemampuan dan kemauan ikut berpartisipasi dalam.membina prestasi bulutangkis nasional.

Sebenarnya pemerintah tidak perlu takut lepas berhenti bekerja sama dengan Djarum. Seharusnya setelah PB Djarum menyatakan berhenti, maka pemerintah dapat menyatakan terimakasih atas dukungan Djarum terhadap prestasi bulutangkis nasional.

Selanjutnya pemerintah, seperti gubernur Ganjar Pranowo juga menteri pemuda dan olah raga bangkit, mengajak seluruh sektor swasta nasionak untuk membantu pemerintah melakukan pembinaan prestasi bulutangkis nasional. 

Saya dulu adalah perokok lebih dari 20 tahun. Berupaya untuk lepas dari rokok saya rasakan  sangat berat dan sulit sekali.

Tetapi akhirnya saya pada tahun 2004 bisa lepas total dari ketergantungan menghisap rokok. Setelah saya lepas dari ketergantungan dan tidak merokok lagi, badan saya sehat dan bisa membangun prestasi lebih banyak di tengah masyarakat.

Lepas dari ketergantungan dari rokok memang sulit karena rokok menjual ketergantungan (adiksi). Setelah Lepas dari rokok jadi lebih sehat dan lebih berprestasi.


Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Editor : Taat Ujianto