• News

  • Opini

Lagi-Lagi, Tabrakan Beruntun di Jalan Tol

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan
Netralnews/Istimewa
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tersiar kabar bahwa telah terjadi lagi kecelakaan lalu lintas atau tabrakan beruntun di ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 12,500 lajur B arah Barat, pada hari Senin (14/10/2019) pukul 08.45 WIB.

Kecelakaan tersebut terjadi oleh kendaraan yang berjalan dari arah timur ke barat yang melibatkan  kendaraan Bus Damri dari lajur 3 dengan 5 mobil di depannya. Kejadiannysa kecelakaan diawali  adanya sebuah  truk perusahaan  pengangkut galon air mineral yang alami 2 buah galonnya  terjatuh  dijalan tol.

Akibatnya  6 mobil di belakang truk perusahaan pengangkut air mineral yang  galonnya jatuh tersebut  menghindar menabrak 2 galon air mineral uang jatuh ke jalan tol dan pengemudi mobil-mobil  mengerem mendadak.

Selanjutnya keenam kendaraan yang terdiri dari satu bus DAMRI dan 5 mobil kendaraan sedan  jenis  Daihatsu Espass, Ford Fiesta, Toyota Grand Innova, Toyota Fortuner, Toyota Agya saling bertabrakan dan terjadi kecelakaan tabrakan beruntun.

Kondisi mengerem mendadak mobil-mobil dan bus DAMRI kaget dan tidak mampu mengerem, dianatar mereka saling bertabrakan di jalan tol Joglo.

Memang dalam kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan kerusakan pada kendaraan yang saling bertabrakan tanpa ada korban jiwa.

Jika dilihat lebih jelas bahwa kecelakaan tabrakan beruntun itu diawali oleh hadirnya kembali truk kelebihan dimensi dan  kelebihan muatan di jalan tol atau truk yang Over Dimensi Over Loading (ODOL) yang melanggar hukum.

Truk perusahaan air mineral yang sudah dalam rekayasa ODOL tersebut penyebab utama dari kecelakaan tabrakan beruntun yang mengorbankan 6 kendaraan di belakangnya.

Konsistensi pemerintah untuk menindak dan pengelola jalan tol melarang kendaraan truk yang ODOL beroperasi di jalan raya atau di jalan tol. Ketegasan pemerintah untuk menindak truk yang dalam kondisi ODOL sangat diperlukan agar tidak terjadi terus menerus kecelakaan lalu lintas.

Truk-truk yang kelebihan dimensi dan kelebihan muatan itu adalah ilegal atau melanggar hukum maka harus dilarang dan dihukum pemiliknya tidak hanya pengemudinya saja.

Tindakan tegas pemerintah  diperlukan juga perlu dijatuhkan kepada pengelola jalan tol yang masih membiarkan truk atau kendaraan yang kelebihan muatan atau kelebihan dimensi  masuk dan beroperasi di jalan tol.

Tindakan tegas pemerintah diperlukan sebagai efek jera dan menjadi upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat dari kendaraan yang kelebihan dimensi dan kelebihan muatan di jalan raya.


Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Editor : Taat Ujianto