• News

  • Opini

‘O Tano Batak’ Bergema, Bersatu, Selamatkan Babi!

Demonstrasi warga Batak menolak pemusnahan babi
foto: youtube
Demonstrasi warga Batak menolak pemusnahan babi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di aksi demo #savebabi hari ini Senin, (10/2/2020) di Medan, terdengar lagu “O Tano Batak”.

Bagi orang Batak kalo sudah mendengar lagu ini sama seperti orang Indonesia mendengar lagu kebangsaan "Indonesia Raya".

Lagu “O Tano Batak” adalah lagu kebangsaan bangso Batak. Setiap tahun di malam Tahun Baru lagu ini wajib dinyanyikan.

Dulu waktu kecil, saya harus ikut menyanyikan lagu ini saat bersama dalam acara keluarga.

O Tano Batak,HaholonganHu
(O Tanah Batak, KesayanganKu)

Sai na Masihol do Au tu Ho
(Selalu Rindu Aku padaMu)

Dang olo modom dang nop MatakKu
(Tidak mau Tidur tidak bisa terpejam MataKu)]

Sai namalungun do Au
(Aku selalu Rindu)

Sai naeng tu Ho
(Selalu ingin Pulang ke Tanah Batak)

Molo dung Binsar mataniAri
(Jika sudah Terbit Mata Hari)

Lao manondangi Hauma I
(Untuk Menerangi Ladang,Sawah itu)

Godang do Ngolu siganup Ari
(Banyak Kehidupan setiap Hari)

Mambahen masihol do Au
(Membuat Aku Rindu)

Sai naeng tu Ho
(Selalu ingin Pulang ke Tanah Batak)

O Tano Batak, Andigan Sahat
(O Tanahk Batak,Kapan ada Waktui)

DapothonoHu Tano Hagodangan Hi
(Aku akan pergi ke Tanah tempat aku bertumbuh besar)

O Tano Batak sai Naeng Hutatap
(O Tanah Batak,Selalu ingin Ku tatap)

Au on naeng Mian di Ho
(Aku sangat ingin MelihatMu)

Sambulon Hi
(O Tanah AsalKu)

Bersatu demi babi

Hari ini, puluhan ribu orang ikut aksi demo #savebabi di Medan. Di Sumut ada keunikan terutama orang Batak. Orang Batak dibilang tak beragama itu tak akan marah dia.

Tapi kalo dibilang tak beradat, bisa retak ginjal kau dibuatnya. Babi dalam khasanah tradisi orang Batak itu bagian dari adat dan budaya.

Maka marahlah mereka saat ada rencana penguasa di Sumut mau membunuh babi-babi di sana.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto