• News

  • Opini

Kebenaran Cari Jalannya Sendiri, Sitti Terima Karma ‘Hamil di Kolam Renang‘

Birgaldo Sinaga bersama Ibu Jesika di pusara anaknya
Facebook/Birgaldo
Birgaldo Sinaga bersama Ibu Jesika di pusara anaknya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dua tahun lalu. Seorang ibu yang kehilangan bayinya melaporkan kasusnya ke KPAI. Tidak digubris. Tidak ada respon.

Tiga bulan kemudian, si ibu yang kehilangan bayinya itu mengadu pada saya. Ia berhari-hari telepon saya. Menangis terisak di telepon mengadukan keperihan hatinya.

Katanya "Tulang Bir..., saya tidak akan memperbaiki kuburan anak saya kalo Tulang Bir tidak melihat Jesika."

Hati saya luluh. Saya terbang dari Jakarta. Tinggal di Medan 2 Minggu. Mencari data, fakta dan bukti. Semua orang yang tahu Jesika sehari sebelum kematiannya saya tanya.

Gurunya. Kepala sekolahnya. Teman-temannnya. Penjaga warnet. Opungnya. Tetangganya.

Saya juga pergi ke rumah sakit itu. Melihat dan mengamati. Setelah cukup, saya tulis. Hasilnya semua orang terbelalak. Viral.

Dan kasus itu didengar KPAI. Lalu mereka mendekati Ibu Jesika. Merayu dengan segala cara. Lalu memfitnah saya sebagai pihak ketiga yang mencari untung. Padahal semua biaya pesawat dan akomodasi itu dari kantong saya.

Betapa ngerinya manusia ini. Tanpa bertanya dan niat baik langsung memframing yang keji.

Saat pertama dilaporkan, orang ini cuek. Sesudah viral, orang ini bak pahlawan. Dan sedihnya menjebak si ibu korban.

Hari ini saya puas sekali. Kebenaran akan mencari jalannya sendiri. Wajahnya dan namanya dipermalukan di seluruh dunia.

Sialnya, negara membayar mahal untuk manusia tak berbelas kasihan ini.

Namun, pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri...

Suara hati pilu Ibu Jesika itu terbayarkan lunas. Orang keji itu akhirnya dipermalukan.

Anggota KPAI Sitti Hikmawatty menerima karmanya atas fitnah keji yang dulu dilakukannya pada saya...

Berikut adalah catatan Ibu Jesika:

Saya adalah ibu Jesika yg dimaksud Birgaldo Sinaga yg dua tahun lalu dengan sebuah pernyataan dr ibu sitti hikmawaty KPAI menghancurkan hati dan harapan saya utk mendapat keadilan... dimana hatimu ibu...(emoticon sedih)

1.Ibu menyatakan Adam Malik telah melakukan tugasnya sesuai prosedur padahal ibu tau mereka mengambil darah dr selangkangan anak saya tanpa minta izin dr saya org tuanya.

2. Ibu menyatakan anak sya dtg dlm kondisi parah berdasar rekam medis padahal ibu tau rekam medis sudah diragukan dan kami telah nyatakan kepada pihak kepolisian dgn bukti yg kami punya.

3. Ibu menyatakan anak saya menderita GBS sedangkan dokter Yazid saja yg menangani anak saya masih ragu menyatakan dia GBS maka saya disuruh ke adam malik utk cek lab.

4. Ibu menyatakan di media kami telah mediasi padahal itu bukan mediasi. Ibu bilang keterangan dokter yg menangani berbeda dgn keterangan kami maka ibu ingin menjumpakan kesaksian kami secara bersamaan.

Namun pada pertemuan itu ibu tidak membawa dokter dokter yg menangani anak saya. Ibu malah membawa pihak adam malik yg keberadaannya tidak ada pas saat kejadian.

Kalian ambil foto pertemuan itu seolah olah pertemuan itu bicara mediasi..lalu kalian umumkan telah ada mediasi.. Dan setelah berita itu terbit kami baru sadar kalau kami sudah terjebak (emoticon sedih)

5. Ibu menyatakan bahwa ada pihak ketiga yg mengambil keuntungan utk menekan rumah sakitseolah olah rumah sakit adalah korban.

Tahukah kamu ibu, sebenarnya kamulah pihak ketiga itu yg mengambil keuntungan dr saya dan membodohi saya sehingga saya terjebak dlm pertemuan itu.

Buktinya setelah pertemuan itu ibu tak sekalipun memberikan kelanjutan atas kasus ini. Saya korbannya ibu bukan rumah sakit (emoticon sedih).

Supaya ibu ketahui Tulang birgaldo adalah pihak ketiga yg mendengarkan jerit tangis kami utk mencari keadilan.

Dia dtg menghapus air mata kami dan berikan kami semangat utk mencari keadilan. Dua minggu tulang birgaldo disini mendampingi kami mencari keadilan dan kami tau pasti byk biaya yg sudah dikeluarkan.

Saat dia kembali ke jakarta niat hati kami ingin menggantikan biaya biayanya selama di medan tp dgn tulus ikhlas tulang birgaldo menolak amplop berisi uang yg kami berikan kepadanya.

Sampai sekrg saya bertanya tanya??

Apakah org sebaik ini yg ibu maksud pihak ketiga??? Apakah org sebaik ini yg ibu maksud mengambil keuntungan???

Lalu bagaimana dengan ibu sendiri????

Benar apa katamu tulang birgaldo, kebenaran akan mencari jalannya sendiri.

Orang orang yg curang dan tidak tulus di jalan yang benar akan dipermalukan dikemudian hari. Dua tahun yg lalu pernyataanya di media membuat hatiku hancur (emoticon sedih).

Mudah sekali ibu membuat pernyataan tanpa memikirkan apa yg terjadi akibat pernyataan pernyataan yg ibu buat itu (emoticon marah)

Ibu Jesika Sianipar

 

 

Editor : Taat Ujianto