• News

  • Opini

Cibir Buddha Tzu Chi, Laksana Protes Biksu Beri Nafas Buatan Wanita Cantik

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada cerita tentang seorang biksu dengan muridnya saat berjalan di sebuah desa.

Desa sunyi itu ada sungai jernih. Saat mereka melewati sungai itu, suara minta tolong terdengar dari jauh.

Seorang perempuan cantik terseret arus sungai. Hampir tenggelam.

Om Biksu langsung menceburkan dirinya ke sungai. Berenang mendekati gadis cantik itu. Mencoba menyelamatkannya. Sementara si murid diam saja tanpa melakukan apapun.

Dengan usahanya, Om Biksu berhasil menarik gadis itu ke tepi. Lalu memberi nafas buatan. Dan selamatlah gadis malang itu.

Biksu dan muridnya melanjutkan perjalanan itu.

"Guru..., mengapa guru menggendong gadis cantik itu? Gadis itu bahkan hampir tidak berpakaian. Itu dosa guru!" ucap si murid protes pada tindakan gurunya.

"Hai, kamu manusia munafik. Saya sudah selesai menggendong perempuan itu sejak 3 jam lalu. Sementara kamu masih menggendongnya sampai sekarang!!".

Hari-hari ini banyak polisi moral bertebaran di medsos. Mereka mempertanyakan orang-orang yang menolong orang kesusahan dengan tone curiga.

Mereka mengecilkan, nyinyir, merasa dirinya Tuhan yang menilai motif dan niat orang-orang yang menolong itu.

Para polisi moral ini menggugat foto-foto Yayasan Buddha Tzu Chi yang memposting bantuan mereka untuk korban-korban bencana. Mereka mencibir foto-foto relawan yang memposting foto-foto pemberian sumbangan.

Ya, para polisi moral ini sejatinya ingin memamerkan moralnya lebih tinggi dari para pemberi sumbangan itu. Persis murid om biksu itu.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto