• News

  • Opini

Keluarga Sehat Bebas COVID-19, Bisa Beli Rumah, dan Tak Digusur Pemprov DKI

Azas Tigor Nainggolan
foto: istimewa
Azas Tigor Nainggolan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "Saya berhenti merokok sudah sekitar 3 tahunan. Uang yang seharusnya biasa saya gunakan untuk beli rokok saya tabung.  Hasilnya saya bisa beli kulkas, kontrak rumah yang lebih luas dari sebelumnya. Membahagiakan keluarga, mengajak anak dan isteri jalan-jalan  Sewaktu masih merokok, saya setidaknya keluar uang Rp50.000 untuk beli rokok setiap harinya", cerita Koko, seorang warga Penas Jakarta Timur saat diskusi online tentang Membangun Keluarga Sehat di Tengah Pandemi Covid-19, Minggu lalu.

Jika dihitung selama Koko berhenti merokok sudah bisa  menabung sebulan 30 X Rp50.000= Rp1.500.000 dan setahun Rp1.500.000 X 12= Rp18 juta.

Nah setelah tiga tahun ini Koko setidaknya sudah bisa dapat tabungan sekitar Rp54 juta selama 3 tahun. Pantas saja Koko bisa mendapatkan rumah kontrakan lebih luas dari tabungan uang rokoknya.

Koko (32 tahun) adalah warga dari kampung warna warni tanpa rokok Penas Tanggul RT 15 RW 02, Jakarta Timur yang saya gagas bersama FAKTA sejak Maret 2017 lalu. Profesi Koko sebelumnya sebagai satpam dan keluarga Koko dikaruniai 4 orang anak. 

Awal ide saya  adalah hendak membangun kampung warna warni yang saya pelajari dari Kampung Code Romo Mangun Wijaya Pr di Yogyakarta dan Kampung warna warni Jodipan, Malang, Jawa Timur.

Tetapi, di Kampung Penas Tanggul  dibangun kampung warna warni juga sebagai kampung tanpa rokok. Ide kampung warna warni adalah saya pikir untuk menata kampung jadi indah dan bisa bertahan agar tidak digusur oleh Pemprov Jakarta.

Kampung Tanpa Rokok adalah untuk membangun rumah warga dan keluarga se kampung warna warni Penas Tanggul sehat tanpa asap rokok. Warga Penas sudah miskin dan sering sakit-sakitan akibat merokok dan asap rokok  orang di sekitarnya.

Jadi konsep kampung warna warni tanpa rokok adalah untuk membangun rumah sehat bebas dari asap rokok agar keluarga dan komunitas kampung Penas Tanggul sehat tanpa asap rokok dan sejahtera.

Konsep kampung warna warni tanpa rokok ini menjadi sangat relevan dalam membangun keluarga sehat di tengah pandemi Covid-19. Merokok dan asap rokok menjadi salah satu media atau penyebab yang mempercepat orang terpapar Covid-19.

Kegiatan merokok dan asap rokok orang lain membuat daya tahan tubuh turun dan mempercepat rentannya saluran pernafasan dan paru-paru yang merupakan sasaran serangan  penyakit mematikan  Covid-19.

Salah satu langkah penting membangun keluarga sehat di tengah pandemi Covid-19 adalah menjadikan keluarga yang bebas dari asap rokok. Jika keluarga sehat dengan bebas dari asap rokok maka sekampung pun akan jadi komunitas yang sehat di tengah pandemi Covid-19.

Kembali pada pengalaman Koko yang berhenti merokok. Koko sendiri berhenti merokok tergerak  sejak komunitasnya, kampungnya menjadi kampung warna warni tanpa rokok.

Warga di kampung warna warni tanpa rokok Penas Tanggul bukan hanya diberi masukan tentang bahaya rokok dan asap rokok orang lain. Warga diajak juga untuk berhenti merokok agar dirinya sehat juga menolong agar keluarganya, orang yang dicintainya sehat tidak terpapar asap rokok.

Selama pandemi Covid 19 ini Koko bercerita, "Keluarga saya bahagia sehat dengan rumah kontrakan yang lebih luas dan kumpul di rumah secara sehat karena saya sudah tidak merokok. Saya memang sudah dirumahkan oleh tempat kerja tapi keluarga kami masih bisa bertahan hidup berkat uang tabungan hasil tidak merokok."

Menarik sekali pengalaman Koko yang sudah tidak  merokok, bisa menabung dari uang jatah beli rokok. Melalui tabungan itu Koko bisa menyehatkan,  membahagiakan dan bertahan hidup keluarganya, anak-anak dan isterinya.

Pengalaman Koko ini juga merupakan pengalaman khas kampung warga miskin yang sebelumnya kampungnya banyak warga yang merokok sembarangan dan kampungnya tidak memiliki kesan menarik juga kurang bersih.

Setelah disentuh dengan program kampung warga warna warni tanpa rokok, menjadi kampung menarik, bersih dan sehat karena warga tidak boleh merokok di dalam rumah dan tidak boleh merokok sembarang selain di tempat yang terbuka yang ditentukan sebagai kawasan merokok.

Jadi melalui program membangun kampung warna warni tanpa rokok bisa dijadikan tujuan kuat membangun rumah sehat tanpa asap rokok  keluarga sehat dan bahagia di tengah pandemi Covid-19.

Jakarta, 21 Mei 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Inisiator Kampung Warna Warni Tanpa Rokok di Jakarta.
Ketua FAKTA dan Analis Kebijakan Publik.

Editor : Taat Ujianto