• News

  • Opini

‘A Better World‘, Hatimu Bergetar atas Solidaritas Kemanusiaan? Engkau Sahabatku

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ada banyak lagu Michael Jackson yang saya suka. Satu lagu hits dari Album Dangerous tahun 1991 yang jadi lagu favorit saya adalah lagu Heal The World.

Heal The World adalah lagu ke enam di album Dangerous yang dirilis pada 1991. Jackson sendiri yang menulis lirik lagu ini.

Lagunya mengisahkan tentang pengertian dan kasih sayang, serta mengecam kekejaman terhadap sesama manusia.

Dalam film dokumenter tahun 2003 yang berjudul Living with Michael Jackson, sang raja pop mengatakan ia menciptakan lagu ini saat berada di pohon peternakannya.

Michael Jackson mengakui Heal the World termasuk salah satu lagu favoritnya.

Pada 1992, Jackson mendirikan Heal the World Foundation. Badan amal yang membawa anak-anak kurang mampu ke peternakan Jackson untuk bermain di wahana taman hiburan, dan menghimpun sejumlah dana kemanusiaan.

Jutaan dollar Amerika Serikat (AS) telah dikirim ke seluruh dunia untuk membantu anak-anak yang menderita akibat perang, kemiskinan, dan penyakit.

Beberapa hari lalu dokter Bambang Budiono, Sp JP bikin saya terharu habis. Benar-benar terharu banget.

Di masa-masa paling berat sekarang ini sebagai bangsa kita patut bersyukur. Bersyukur karena solidaritas saling tolong menolong antar sesama anak bangsa mampu menopang benteng pertahanan negara dari beratnya serangan Covid-19. 

Begitu besar aksi spontanitas publik membantu nakes, rumah sakit, warga kurang mampu. Inilah kekuatan kita sebagai sebuah bangsa. Semua bergotong royong. Ada yang memberi uang. Makanan. APD. Sembako. Tenaga jadi relawan. Ide. Gagasan. Pikiran.

Dokter Bambang Budiono setiap hari berjibaku di rumah sakit menangani pasien. Ia gelisah melihat keadaan ini. Hatinya bergetar.

Apa yang bisa kami berikan lagi buat bangsa dan negara? Tenaga sudah. Waktu sudah. Pikiran sudah. Risiko kehilangan nyawa sudah.

Apalagi yang bisa kami berikan?

Dokter Bambang Budiono dan sahabatnya Bramantyo Prijosusilo budayawan Indonesia yang saat ini bermukim di Australia menulis sebuah lirik lagu.

Kegelisahan mereka  itu diekspresikan mereka dalam syair.

“A Better World “
How can we help reach out to aid
Those lost in darkness , drowning in pain
As so many fall fom sickness and neglect
We need the light to guide us through
The seas are rough, rougher than they’ve ever been
We search for stars, but see only darkness
After the storm the skies will be clear
After the long night the light will be near".

Sejatinya, suara hati  mereka ini persis sama dengan suara hati kita. Kita yang sekarang berada dalam badai besar berharap langit menjadi biru kembali.

Ekspresi getaran hati mereka ini menjadi ilham sebuah lagu yang digubah oleh pianis kelas dunia Ananda Sukarlan. Dokter Nancy Weber mempertemukan mereka dengan Ananda Sukarlan.

Joy Tobing didapuk untuk menyanyikan lagu  A Better World. Joy ditemani teman-teman dokter jantung yang juga ikut menyumbangkan suara.

Kata Che Guavara Bapak Bangsa Kuba "Jika hatimu bergetar atas ketidakadilan engkau adalah sahabatku".

Maka kata-kata Guavara ini tepat jika saya pinjam. "Jika hatimu bergetar atas solidaritas kemanusiaan ini engkau adalah sahabatku".

Teman-teman jika hatimu bergetar, yukk kita bersama-sama PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia) ikut membantu dana melalui lagu A Better World.

Donasi bisa diberikan melalui  atas nama:

PP Perki
Bank Mandiri
Nomor rekening : 116 00990 43052
Terimakasih.

Salam perjuangan penuh cinta
Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto