• News

  • Opini

Hidup New Normal, Hidup Keluarga Sehat Tanpa Asap Rokok

Azas Tigor Nainggolan
foto: istimewa
Azas Tigor Nainggolan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istilah yang sedang favorit beberapa waktu ini adalah New Normal atau Normal Baru. Orang bertanya, apa arti hidup New Normal atau hidup Normal Baru?

Dalam tataran informasi dan media massa atau pun sosial media, yang berkembang tentang hidup normal baru atau hidup new normal hanyalah bicara soal tahapan selanjutnya setelah kita berjuang bertahan berhadapan dengan pandemi Covid-19.

Hidup normal baru bisa diartikan sebagai tahapan selanjutnya setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetapi kita bisa terus bersembunyi dari bahaya Covid-19.

Tahapan selanjutnya ini, sebagai New Normal atau Normal Baru kita harus siap dan berani berhadapan dan hidup berdampingan (bersahabat) dengan Covid-19.

Jadi situasinya bukan lagi sebagai masa pandemi Covid 19 tetapi sudah masuk sebagai masa hidup normal baru bersahabat atau berdampingan  dengan Covid-19.

Kesadaran yang dibangun dalam pola hidup normal baru itu adalah bagaimana kita tetap menjaga diri kita agar tetap sehat, memiliki daya tahan tubuh atau imunitas tubuh yang baik sehingga tidak bisa diserang oleh Covid-19.

Jika tubuh jika sehat maka kita tidak akan mudah diserang oleh Covid-19 maka pola hidup normal baru adalah hidup sehat sehingga bisa berdampingan dengan Covid-19.

Hidup normal baru tidak perlu takut dan bersembunyi dari serangan Covid-19 tetapi bangun tubuh kita sehat dengan imunitas tubuh yang baik.

Nah, untuk menjaga dan membangun tubuh dengan sehat dan aman dari serangan Covid-19 disiplin melakukan: jaga jarak, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, pakai masker, dan makanan bergizi sehat.

Tetapi ada satu hal yang perlu juga harus disiplin kita lakukan sebagai pola hidup normal baru. Pola hidup sehat itu adalah tidak merokok dan tidak ada asap rokok di tempat kita hidup sehari-hari.

Merokok dan asap rokok orang lain sangat berbahaya. Perokok aktif dan juga  perokok pasif pun  rentan terinfeksi oleh Covid-19. Artinya perokok aktif dan perokok pasif adalah target kesukaan Coviid-19.

Berarti perokok aktif juga  perokok pasif adalah  kelompok masyarakat yang rentan terinfeksi virus corona penyebab penyakit Covid-19.

Menurut keterangan para ahli kesehatan, dikatakan bahwa  merokok dapat meningkatkan regulasi reseptor ACE2 sebagai tempat masuk virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 tersebut.

Kerugian akibat merokok itu tak hanya akan dialami oleh para perokok aktif saja. Orang di sekitarnya ada perokok, yang terpapar asap rokok orang lain yang menjadi perokok pasif dan asap rokok sebabkan imunitas atau daya tahan tubuh turun.

Fakta ini, perokok pasif  memiliki tingkat kerentanan terhadap infeksi virus corona sama seperti perokok aktif atau orang yang dengan sengaja menghisap rokok.

Secara gamblang dijelaskan  oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), FISR, FAPSR bahwa  perokok pasif juga memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus corona karena paparan asap rokok.

Dijelaskan juga bahwa seseorang yang tidak sengaja menghidup asap rokok bisa mengalami penurunan imunitas saluran napas dan paru seperti pada perokok aktif sehingga mudah terserang penyakit, temasuk Covid-19.

Gambaran dan penjelasan kesehatan inilah juga yang menjadikan merokok dan asap rokok tidak boleh ada lagi dalam pola hidup normal baru atau hidup new normal

Jelas pola hidup normal baru menuntut hidup sehat dan memiliki imunitas tubuh yang baik. Merokok dan asap rokok orang lain rentan membuat perokoknya mudah diserang oleh Covid-19.

Jadi keluarga sehat dalam pola hidup normal baru adalah tanpa asap rokok. Penjelasan hidup normal baru atau new normal juga harus disiplin tidak boleh ada orang merokok dan tidak ada asap rokok orang lain. Mari jelaskan dan jalankan  hidup new normal, lakukan dengan disiplin:

1. Tidak merokok, tidak ada asap rokok.

2. Jaga jarak, hindari kerumunan.

3. Cuci tangan.

4. Pakai masker.


Jakarta, 28 Mei 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia.

Editor : taat ujianto