• News

  • Opini

Skandal di Gereja Depok, Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual dan Pedofil!

Azas Tigor Nainggolan
foto: istimewa
Azas Tigor Nainggolan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kita sudah dengar dan dapatkan sikap tegas Presiden, agar diberikan hukuman berat terhadap para pelaku  kekerasan seksual dan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur.

Bagi para korban dan keluarga jangan takut melaporkan kekerasan seksual serta pencabulan yang dilakukan para predator. Ayo tangkap dan laporkan para predator ke polisi.

Menangkap dan melaporkan para predator, pedofilia pelaku kekerasan seksual serta pencabulan adalah untuk menyatakan bahwa:

1. pencabulan - kekerasan adalah kejahatan murni dan tidak boleh diselesaikan secara perdamaian tapi harus diselesaikan secara hukum,

2. Tindakan mendamaikan perbuatan pencabulan - kekerasan berarti mendukung terus para predator merusak anak-anak,

3. Meyelesaikan secara hukum setiap perbuatan pencabulan - kekerasan seksual pada anak berarti komitmen menghentikan atau memutus rantai kejahatan  kekerasan seksual dan pencabulan itu sendiri,

4. Membawa pelaku ke pengadilan adalah pembelajaran bagi para masyarakat bahwa kekerasan seksual dan pencabulan adalah kejahatan yang ada di sekitar kita.

Mari laporkan dan hentikan kejahatan seksual dan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur.

Tidak ada kata berdamai terhadap para predator. Tidak ada toleransi terhadap kejahatan seksual dan pencabulan.

Hukum berat dan kebiri  pelaku kekerasan seksual - pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur.

Ayo lindungi dan bantu para  korban menyuarakan serta memperjuangkan keadilan bagi dirinya.

Semoga keberanian dan perjuangan para korban pencabulan di paroki St Herkulanus Depok yang melaporkan ke Kepolisian  menyadarkan kita bahwa kasus pencabulan/kekerasan seksual harus diselesaikan secara hukum.

Sikap para korban yang melaporkan ke kepolisian  ini menunjukan sikap gereja yang berkomitmen membongkar kasus pencabulan ini dan berpihak pada korban

Jakarta, 24 Juni 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Kuasa Hukum Ko

Editor : Taat Ujianto