• News

  • Opini

Menata Masa Depan Perikanan Kotabaru

Nelayan Kotabaru mendarat di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru
Opinikta.net
Nelayan Kotabaru mendarat di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru

Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa
Angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda b’rani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai

——–

KUTABARU, NETRALNEWS.COM - Saat masa kanak-kanak dulu, saya sering sekali menyanyikan lirik lagu itu. Bahkan sampai sekarang saya masih sering menyanyikan lagu itu meski hanya di dalam hati.

Setiap hari sepanjang hidup saya, selalu melihat laut. Laut adalah masa depan ekonomi negara kita, Indonesia dan tentu saja kota saya tercinta, Kotabaru.

Kabupaten Kotabaru dikaruniai sumber daya alam yang sangat melimpah. Kekayaan alam Kotabaru seakan tidak ada habisnya, baik yang di atas permukaan bumi maupun yang di dalam perut bumi, di antaranya batubara dan bijih besi.

Untuk mengantisipasi berkurangnya sumber daya alam di sektor andalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berupaya melakukan langkah-langkah strategis, seperti mengurangi ketergantungan sektor andalan tersebut, dan mengalihkannya pada pengembangan sektor-sektor baru yang lebih sustainable atau berkelanjutan.

Antisipasi ini memang harus dilakukan jauh-jauh hari, mengingat mengembangkan dan membangun sektor andalan baru memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Pemkab Kotabaru sedang berupaya melakukan antisipasi ini. Sebagai daerah yang memiliki wilayah laut sangat luas, Kotabaru memiliki potensi yang melimpah di sektor kelautan, salah satunya perikanan.

Berdasar data statistik terakhir, total produksi perikanan Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 250.000 ton per tahun. Kotabaru menjadi kabupaten penghasil ikan terbesar di Kalimantan Selatan yang mencapai lebih dari 70 ribu ton ikan segar per tahun.

Sektor perikanan ini menjadi produk unggulan Kabupaten Kotabaru, terutama potensi perikanan tangkap laut yang mampu menembus pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Selain potensi perikanan tangkap laut, Kotabaru juga memiliki potensi perikanan darat, yakni budidaya perikanan air tawar yang termasuk di dalamnya hasil perikanan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Hanya saja hasil produksi perikanan darat Kotabaru tak sebesar potensi perikanan tangkap laut. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Kotabaru menyebut perikanan perairan darat Kotabaru sangat rendah.

Per tahun, produksi perikanan perairan darat hanya mencapai di bawah 20 juta ton. Angka tersebut menunjukkan jika perikanan perairan darat belum menjadi subsektor yang unggul.

Potensi perikanan perairan darat Kotabaru hanya mampu melayani pasar lokal dan belum bisa bersaing ke pasar luar daerah.

Sebagai putera daerah Kotabaru, saya sangat ingin sumber daya alam yang dimiliki berupa perikanan, terutama perikanan tangkap laut mampu menjadi sumber potensi ekonomi warga Kotabaru.

Pengembangan yang fokus akan menjadikan perikanan tangkap laut sebagai salah satu sektor unggulan dapat diidentifikasi sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat terutama pada masyarakat nelayan di Kotabaru.

Daerah kecamatan di Kotabaru yang memiliki potensi perikanan tinggi dapat dibentuk subkota minapolitan.

Strategi pembangunan daerah perikanan Kotabaru dapat tercapai jika kecamatan yang memiliki potensi perikanan tinggi mampu dikelola dengan menggunakan analisis wilayah berbasis perikanan.

Terlintas dalam pikiran saya, produksi perikanan tangkap laut Kotabaru sangat besar, tapi kita belum memiliki industri pengolahan hasil perikanan tangkap laut tersebut.

Puluhan ton ikan, dikirim ke luar Kotabaru. Dikirim ke pabrik-pabrik pengolahan ikan yang ada di Banjar, Jawa Timur, Bali, dan juga daerah lain. Sebagian kecil dijual langsung di pasar, setiap pagi.

Pengelolaan masa depan perikanan masih menjadi PR kita bersama. Masih begitu marak penjualan ikan-ikan hasil tangkapan di laut secara langsung kepada tengkulak.

Hadirnya tengkulak dalam kehidupan nelayan membuat nelayan selalu mendapat upah sedikit dari hasil tangkapannya, belum lagi aturan-aturan tengkulak yang beragam membuat nelayan-nelayan kecil makin sedikit menikmati hasil tangkapannya sendiri.

Seandainya Kotabaru memiliki industri pengolahan ikan, tentu akan menambah nilai ekonomis dari anugerah Tuhan dari laut yang kita miliki ini. Tidak hanya sekadar tangkap lalu jual apa adanya. Berdirinya pabrik pengolahan ikan di Kotabaru bukanlah sebuah keniscayaan.

Secara geografis, selain memiliki laut yang luas dan hasil tangkapan ikan yang sangat banyak, Kotabaru juga memiliki lahan luas untuk pendirian pabrik pengolahan ikan di Kecamatan Pulau Laut Utara, sebagai kecamatan penghasil ikan laut terbanyak di Kotabaru, atau di Kecamatan Pulau Laut Tengah.

Jika itu terwujud, roda perekonomian juga akan turut bergerak. Pendirian pabrik pengolahan ikan akan diikuti dengan penyerapan tenaga kerja.

Kawasan sekitar pabrik akan bergeliat. Akan muncul rumah kos-rumah kos baru untuk karyawan, penginapan untuk tamu perusahaan, warung-warung makanan dan tempat ngopi untuk karyawan yang sedang istirahat atau berganti shift.

Juga maraknya moda transportasi umum untuk mengantar dan menjemput pekerja. Yang paling penting yakni dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kotabaru.

Di sinilah kita memerlukan sinergi dan kolaborasi dari pemerintah, pengusaha, dan masyarakat. Tanpa itu, ide akan sulit dikonversi menjadi inovasi.

Tanpa itu, inovasi yang ada tidak akan menjadi solusi. Tanpa sinergi, inovasi yang ada bisa saja menjadi basi. Kami mengundang pengusaha di bidang perikanan untuk berinvestasi mendirikan pabrik pengolahan ikan di Kotabaru.

Penulis: Sayed Jafar Alaydrus

Bupati Kotabaru

Editor : Taat Ujianto