• News

  • Opini

Klepon Goyang Lidah Saudara Kandung SAGOLI?

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ramai di beranda saya muncul gambar kue klepon. Kue bulat sebesar bola pingpong ini mendadak trending. Bukan karena rasa lezatnya, tapi karena ada klaim klepon makanan yang tidak islami.

Saya geli membacanya. Gimana gak geli klepon bahan dasarnya adalah ketan dan gula merah. Bagaimana bisa tidak islami?

Saya teringat makan siang di Medan. Suatu hari saya diajak sahabat baik saya menikmati masakan khas Batak.

Saya lihat penjualnya bukan berwajah khas Batak. Orang Batak punya ciri khas wajah marsuhi-suhi. Bersegi-segi. Sedangkan penjual makanan khas Batak itu berwajah oriental.

Nama rumah makannya juga sedikit menggelitik. SAGOLI artinya Saksang Goyang Lidah.

Saksang itu seperti daging cincang kecil-kecil. Bedanya kalau daging sapi cincang biasa pake gulai atau kari. Kalo saksang daging babi campur  pake darah babi.

Sahabat saya itu pesan 2 porsi babi iga plus babi panggang seperempat kilo.

Haruskah saya habisi sebanyak ini kawan? Tanya saya ragu bisa melahapnya sampe tuntas.

Tenang saja. Pelan-pelan pasti ludes tuh. Jawabnya.

Benar saja. Slow but sure semua daging itu berimigrasi ke kerongkongan saya dan mendarat di lambung saya dengan tenang. Daging panggangnya empuk dan tidak begitu berminyak. Daging gorengnya renyah.

Sagoli Saksang goyang lidah menjadi saksi bahwa Medan memang pusat kuliner yang ngeri ngeri sedap gitu.

Nah, membayangkan klepon bernasib seperti Sagoli bikin saya ngakak habis.

Lama-lama semua makanan khas nusantara seperti getuk, tiwul, cenil, lupis bisa-bisa senasib klepon. Dihindari karena tidak islami.

Penganan kecil kekayaan Nusantara itu dituding makanan pendosa. Dimasukkan dalam himpunan makanan yang bikin pemakannya masuk neraka.

Dibakar hidup-hidup selama-lamanya. Ihhh..ngeri kali gegara makan klepon masuk neraka dibakar selama-lamanya.

Ahh sudahlah...mau masuk neraka kek..masuk surga kek masa bodoh.

Mudah-mudahan suatu hari nanti saya akan buat nama restoran KLEGOLI. Klepon Goyang Lidah.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto