• News

  • Opini

Tabuh Gendang, Akankah Jerinx Bernasib seperti Jonru?

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

BATAM, NETRALNEWS.COM - Siapa yang tak kenal Jonru. Pria yang berjuluk lelaki di balik jendela ini adalah ikon dari haters Jokowi sedunia. Tulisannya penuh dengan pemutarbalikkan fakta. Isinya lebih banyak nyinyiran yang menyerang pribadi Jokowi.

Jonru menjadi kanal  kemarahan dan kebencian kelompok pembenci Jokowi. Setiap tulisan dan cuitan Jonru menjadi wahana dari pembenci Jokowi untuk menghujat dan mencaci maki.

Soal kedatangan Jokowi ke Arab Saudi bertemu Raja Salman misalnya. Ada crane roboh dekat Mesjidil Haram. Banyak korban tewas.

Jonru dengan cepat berhalusinasi bahwa crane roboh karena kedatangan Jokowi. Membawa sial. Kontan jutaan followernya ngakak mabuk ketawa guling-guling bahagia membaca postingan Jonru.

Jonru melambung tinggi dengan aplaus dan puja puji followernya yang mencapai 1.5 juta followers. Buanyak sekali.

Hingga suatu hari, Jonru tersandung batu. Brakkk...ia kena batunya. Saat berdebat dengan Akbar Faisal di ILC pada 28 Agustus 2017.

"Jokowi merupakan Presiden yang belum jelas siapa orangtuanya. Sungguh aneh, untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas," ujar Akbar membacakan postingan yang tertera di ponsel miliknya.

Jonru mengakui bahwa tulisan yang dibacakan Akbar Faisal itu adalah tulisannya.

"Saya minta kepada pak polisi, disaksikan seluruh orang Indonesia, tolong diproses manusia ini," ujar Akbar sambil menunjuk Jonru.

Kemudian, Jonru berteriak lantang.

"Saya tidak takut. Silakan diproses!" ujar Jonru sambil mengacungkan tangan kirinya ke atas.

Sejarah mencatat akhirnya Jonru dipenjara akibat tulisan ngawurnya itu.

Kemarin seleb kontroversial Jerinx mangkir dari panggilan polisi. Jerinx dalam berita di Kumparan diberitakan meminta maaf atas unggahannya yang menyebut Ikatan Dokter Indonesia kacung WHO.

Belum ada bantahan Jerinx atas berita permintaan maaf yang menurut pengikutnya itu hoax. Biasanya Jerinx seperti petir halilintar jika ada berita hoax tentang dirinya.

Laporan IDI atas tulisan Jerinx yang menyebut IDI kacung WHO tidak bisa dianggap enteng. Ada konswekensi hukum. Hukum bukan adu bacot siapa yang paling kencang. Hukum bukan bicara follower siapa yang lebih banyak.

Hukum bukan bicara adu gertak caci maki siapa yang paling keras. Hukum bicara pasal2 apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak.

Saya bukanlah anti Jerinx. Sama seperti Mbok Niluh Djelantik teman saya. Sama-sama prihatin dengan kondisi situasi pandemi ini.

Saya juga melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk banyak orang yang terdampak. Membagikan sembako. Melakukan penyemprotan disenfektan ke publik area. Tidak pergi ke luar kota. Menjauhi kerumunan.

Sayangnya Jerinx membuka front permusuhan kebanyak pihak dengan membabi buta. Mbok Niluh yang berwelas asih dengan sesama juga jadi korban keganasan Jerinx. Di lapak IGnya mbok Niluh habis digilas oleh follower Jerinx. Macam-macam hujatan mereka.

Jerinx menabrak siapapun yang berbeda pikiran dengannya. Tidak peduli sesama pejuang dari kalangan bawah. Tidak peduli rakyat biasa. Padahal orang yang ditabraknya itu adalah orang-orang yang punya getaran yang sama dengannya. Sama-sama peduli pada orang susah.

Jerinx sama seperti Jonru. Menikmati gegap gempita tepuk tangan dari followernya. Ia melambung tinggi dengan puja puji dari mereka yang marah pada keadaan ini.

Jerinx menjadi kanal  mengekspresikan kekesalan situasi ini. Marah-marah pada situasi yang membuat periuk nasi terancam. Padahal semua sedang terancam. Termasuk Mbok Niluh, saya, kamu dan jutaan orang lainnya.

Polisi telah mengirimkan panggilan kedua pada Jerinx. Panggilan yang secara hukum suka tidak suka mau tidak mau harus dihadapi oleh Jerinx. Jika masih mangkir maka Jerinx akan dijemput paksa.

Akankah Jerinx bernasib seperti Jonru? Akankah sejuta follower Jerinx bisa menyelamatkannya?

Akankah jutaan follower Jerinx mau pasang badan membela Jerinx?

Akankah Jerinx dengan segala kepongahannya selama ini terus menggetarkan jiwa para pengagumnya?

Kita lihat saja seperti apa ending tetabuhan gendang yang ditabuh Jerinx.

Salam perjuangan
Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto