• News

  • Opini

Arogan Pongah Menuding Ulos Berhala, Ingatlah dari Mana Kau Berasal!

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Dalam beragama pelajarilah pengetahuan. Pelajarilah ilmu sejarah, antropologi, sosio kultural budaya masyarakat.

Kalau kita hanya belajar hanya dari satu pendongeng, maka bukan pencerahan yang kita dapatkan. Tapi kebutaan. Kegelapan. Kebodohan. Ketololan. Kebebalan. Kepicikan. Bagai katak dalam tempurung.

Setiap suku bangsa, memiliki hasil daya cipta kreasi komunitas mereka dalam bertahan hidup. Bertahan hidup ini artinya pada dulu kala sebelum abad modern ini muncul, mereka membuat rumah agar bisa terlindungi dari hewan buas. Bisa istirahat.

Tanah Batak di Tapanuli itu berada di ketinggian. Daerah Danau Toba itu berkisar 1500 mdpl. Dingin menusuk tulang cuacanya.

Bagaimana kakek moyang orang Batak bertahan dari cuaca dingin menusuk tulang?

Mereka membuat kain ulos. Mereka membuat minuman beralkohol tuak. Mereka buat alat tenun. Kapas dipintal.  Jadi benang. Lalu ditenun. Alat tenunnya  sangat sederhana.

Dikerjakan bisa berminggu-minggu. Ulos itu sangat mahal harganya.

Sebelum baju pakaian yang dipakai orang-orang radikal arogan pongah yang menuding ulos ini berhala, kakek nenek moyang mereka juga memakai ulos.

Kakek nenek moyang mereka juga digendong diselimuti oleh ulos. Kalo tidak ya mati kedinginan nenek moyang mereka. Tak akan lahirlah orang-orang sombong rohani yang menuding pakaian ulos yang dipake nenek moyangnya ini sebagai berhala  ke dunia.

Kata pepatah Tiongkok, air putih yang kita minum, ingatlah darimana air itu berasal. Memang hanya air putih. Tapi panjang dan jauh perjalanannya hingga sampai ke kerongkongan kita.

Belajarlah pada banyak ilmu pengetahuan. Jangan kau seperti kerbau dicucuk  hidung hanya mendengar satu pendongeng yang menghina warisan kakek moyang yang membuatmu ada di dunia ini.

Camkan itu!

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto