• News

  • Opini

Pendeta Dibunuh, Tolonglah Pak Jokowi Jangan Diam Saja

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Apakah meminta Presiden Jokowi berbicara seperti ucapannya pada kasus Syech Ali Jaber itu berlebihan?

Keduanya adalah korban kejahatan. Satu luka di lengan. Satu mati dibunuh.

Dan sikap Jokowi tidak sama. Satu bicara. Satu diam seribu basa.

Seminggu yang lalu, seorang pendeta tewas terbunuh. Pendeta Yeremia Zanambani, Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Hitadipa di Intan Jaya, tewas ditembak pada Sabtu sore, 19 September 2020.

Sudah seminggu pendeta Yeremia dikuburkan. Para pemimpin gereja dan organisasi gereja-gereja se-Indonesia meminta agar Presiden Jokowi berbicara.

Tetapi tidak satu patah katapun keluar dari mulut Presiden Jokowi menyikapi tewasnya Pendeta Yeremia. Padahal di tanah Papua, hampir 100 persen suara rakyat Papua memilih Jokowi.

Pak Jokowi..., demi keadilan dan kebenaran bersuaralah. Katakan pada kami di mana bapak berdiri sekarang.

Pendeta Yeremia asal Papua itu juga anak bapak. Manusia yang berhak mencari keadilan.

Tolonglah Pak.., jangan diam saja. Jangan sampai kering pusara Pendeta Yeremia baru Pak Jokowi bicara.

Salam perjuangan penuh cinta
Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto