• News

  • Otomotif

Ini yang Harus Diperhatikan Supaya Klaim Asuransi Mobil Lancar

Ilustrasi asuransi kendaraan.
aarp.org
Ilustrasi asuransi kendaraan.

JAKARTA, NETRALNEWS.COMLebaran identik dengan tradisi mudik untuk merayakan hari di kampung halaman. Seiring dengan tradisi itu, penggunaan kendaraan roda empat pasti meningkat. Demikian pula risiko atas penggunaannya.

Tanny Megah Lestari, Business Development Division Head Adira Insurance mengatakan, setiap periode mudik Lebaran memang terjadi peningkatan klaim asuransi mobil, meski tidak terlalu signifikan.

Pasalnya, angka kecelakaan yang terjadi selama mudik yang semakin menurun, sehingga klaim asuransi mobil pasca mudik kenaikan tidak terlalu signifikan.

"Tidak hanya itu, infrastruktur jalan yang digunakan untuk mudik tahun ini juga jauh lebih baik,” katanya, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2019).

Namun, klaim atas risiko kerugian kendaraan dapat menjadi permasalahan tersendiri bagi nasabah asuransi. Beberapa kasus yang terjadi adalah kurang telitinya pihak tertanggung terhadap polis yang mereka pegang.

Terbitnya polis asuransi berarti perusahaan sudah memberikan informasi sejelas-jelasnya dan pelanggan sudah mengerti dengan pasti isi dari polis tersebut.

Selain kesepakatan tersebut, perusahaan asuransi juga harus memberikan kemudahan pelanggan yang ingin melakukan klaim.

Supaya klaim asuransi mobil berjalan lancar dan dapat dibayarkan oleh asuransi, Tanny membagikan beberapa tipsnya, yaitu:

1. Pelanggan harus menghindari hal-hal yang dikecualikan dalam polis seperti telat melapor klaim dari batas waktu pelaporan, pengemudi tidak memiliki surat izin mengemudi, klaim yang dilaporkan tidak dijamin dalam polis, klaim yang dilaporkan termasuk dalam klausula pengecualian dalam polis.

2. Melengkapi dokumen klaim, seperti formulir klaim yang telah diisi, fotokopi polis asuransi, SIM, STNK, surat keterangan dari kepolisian.

3. Kendaraan milik tertanggung tidak digunakan untuk perbuatan yang melanggar hukum.

4. Jika mengalami kecelakaan, jangan lupa memberikan bukti dengan mendokumentasikan terlebih dahulu keadaan kendaraan Anda pasca kecelakaan.

5. Perhatikan terkait wilayah pertanggungan apakah sesuai dengan isi polis.

6. Jangan membuat kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan yang disengaja oleh tertanggung.

7. Memahami penyebab kecelakaan ditanggung sebelum mengajukan klaim secara langsung, anda juga perlu membaca dengan jelas mengenai polis-polis yang diberikan pihak asuransi.

Editor : Irawan.H.P