• News

  • Otomotif

IIMS 2016 Diyakini Bisa Tumbuhkan Pasar Otomotif Indonesia

Ilustrasi IIMS 2016
Ilustrasi IIMS 2016

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 sebagai salah satu pameran otomotif terbesar, diyakini mendorong gairah pasar dan industri otomotif yang cenderung turun tahun lalu.

"Kami melihat ada benefit dari ajang (IIMS) ini, terhadap pasar dan industri otomotif Indonesia," kata Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto pada jumpa pers pra-IIMS 2016 di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

IIMS, kata Henry, akan mampu menggairahkan pasar otomotif yang dalam dua bulan terakhir mulai cerah meskipun penjualan relatif masih berat.

Apalagi pada ajang tersebut, banyak pemegang merek, memperkenalkan produk baru mereka, termasuk TAM yang bakal meluncurkan secara resmi kendaraan serba guna (MPV), Toyota Sienta.

Selain Sienta, TAM juga akan tampil dengan 14 mobil baru lainnya yang belum lama ini diluncurkan seperti Toyota Rush TRD Sportivo 7, All New Fortuner, All New Kijang Innova, All New Hilux yang di-dress up, Grand New Avanza dan Veloz.

Henry optimistis dengan pameran otomotif besar dan produk baru, pasar otomotif pada semester pertama tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia yakin pasar bisa tumbuh lima persen, ditambah pada semester kedua akan ada Gaikindo International International Auto Show (GIIAS).

Sementara itu GM Perencanaan Pemasaran Anton Jimmi Suwandy mengatakan. pihaknya menggarap kehadiran di IIMS secara serius. "Kami sudah rencanakan jauh-jauh hari," katanya.

Hal itu tidak lepas dari potensi pengunjung IIMS yang besar. "Pada pameran (IIMS) ini pengunjung memiliki kesempatan yang lengkap untuk melihat semua line up (model) dari sebuah merek," ujar Anton.

Oleh karena itu, TAM tampil dengan seluruh model kecuali Dyna. Di booth seluas 1.475 m2 persegi, TAM juga akan tampil dengan seluruh rantai nilai yang dimilikinya termasuk memperkenalkan layanan purna jual sampai dengan aksesoris berbagai mobil Toyota.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin