• News

  • Otomotif

Menperin Yakin Indonesia Bisa jadi Basis Produksi Otomotif

Ilustrasi IIMS 2016
Ilustrasi IIMS 2016

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perindustrian ( Menperin) Saleh Husin yakin Indonesia mampu menjadi basis produksi pabrikan otomotif dunia jika perusahaan mau perbanyak pabrik mesin dan komponen, bukan sekadar perakitan.

Saleh ingin Indonesia tidak hanya jadi tujuan pemasaran, sebaliknya produksi mobil dan sepeda motor nasional harus berorientasi ekspor. Untuk itu ketika bertemu pimpinan puncak otomotif pihaknya terus meminta peningkatan investasi.

"Pendekatannya beragam, kadang saya sindir, saya goda, juga saya tawarkan dengan paparkan fasilitas fiskal dan non fiskal. Bahkan saat ke pabrik beberapa merek di Jepang, kita terus terang bilang 'jangan tanggung-tanggung berbisnis otomotif di Indonesia'," kata Saleh Husin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/4/2016).

"Pemerintah sudah serius, jangan sampai momentum baik ini dilewati mereka dan diambil kompetitor," tambah dia.

Berdasarkan data Kemenperin, penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 1,1 juta unit pada tahun 2015. Angka penjualan ini akan terus tumbuh seiring peningkatan ekonomi nasional dan investasi sektor otomotif pun terus mengalir seiring perbaikan iklim usaha dan modal.

"Toyota sudah membangun pabrik mesin, Isuzu dan Mitsubishi juga menyuntikkan terus modal untuk menambah produksi. Juga pemain besar otomotif asal Tiongkok, Wuling sedang membangun pabrik Rp 10-11 triliun di Karawang. Artinya, jika masih ada yang hanya menjual mobil tanpa punya orientasi bangun pabrik, ya siap-siap disalip oleh pabrikan yang lebih agresif," ujarnya.

Saleh Husin yang menyambangi stan motor berkapasitas mesin besar atau yang lebih dikenal sebagai motor gede (moge) di IIMS juga berharap moge yang beredar juga diproduksi di Indonesia.

Lebih lanjut, industri otomotif ditetapkan pemerintah sebagai prioritas untuk menarik investasi baru dan mendorong peningkatan kapasitas produksi.

Upaya pemerintah antara lain memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan industri komponen dan infrastruktur teknologi, peningkatan daya saing industri otomotif melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industri otomotif.

Editor : Firman Qusnulyakin
Sumber : PR